Video Berita

VIDEO Pasien Dalam Pengawasan Virus Corona di Lampung Tambah 5 Orang

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19 di Lampung kembali bertambah 5 orang.

Penulis: ikhsan dwi nur satrio | Editor: Noval Andriansyah

"Setahu saya, di RS kami hanya ada satu pasien (berstatus PDP). Prosedurnya memang harus dirujuk ke RSUDAM dan atas permintaan keluaraga demi keselamatan serta kenyamanan," ujarnya.

Satu Pegawai Terminal

Sementara di Terminal Rajabasa, Bandar Lampung, seorang pegawai dipulangkan dan dirumahkan setelah pulang dari Bogor, Jawa Barat.

Kepala Terminal Tipe A Rajabasa Denny Widjan mengungkapkan kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pasalnya, pasien warga Bandar Lampung yang akhirnya positif corona juga pergi ke Bogor pada akhir Februari lalu.

"Pegawai kami ini baru pulang dari Bogor. Tadi langsung masuk kantor. Ya saya imbau untuk pulang saja dan memeriksakan diri (ke RS yang ditunjuk untuk penanganan corona)," jelas Denny, Kamis.

Pegawai tersebut, menurut Denny, pergi ke Bogor sepekan yang lalu. Tujuannya terkait ujian penyesuaian ijasah.

"Dia pulang ke Lampung melalui Pelabuhan Bakauheni," kata Denny.

"Kami antisipasi, karena Bogor (Jawa Barat) termasuk daerah yang terpapar corona. Kami liburkan dulu sampai dia benar-benar sehat. Kondisinya saat ini sebenarnya terlihat sehat," imbuhnya.

Bisa ke Puskesmas

Terkait upaya mengecek kesehatan jika masyarakat menginginkan, Kepala Diskes Lampung Reihana menyebut masyarakat bisa menuju puskesmas.

Masyarakat bisa mengecek suhu tubuh menggunakan alat thermal gun serta memeriksakan kesehatan lainnya.

"Bisa melalui puskesmas menggunakan thermal gun. Kalau (suhu tubuh) lebih dari 38 derajat celcius, maka harus dilaporkan," kata Reihana.

"Jangan juga berbondong-bondong ke instansi kesehatan. Kalau ada gejala saja, baru periksa," imbuhnya.

Saat ini, Reihana mengakui Diskes Lampung kekurangan alat swab tenggorokan (untuk mengambil sampel lendir di tenggorokan).

Pihaknya pun mengajukan stok alat swab tersebut ke Kementerian Kesehatan.

"Kami sudah minta ke pusat. Sepertinya alat tersebut langka. Memang tidak dijual secara bebas. Termasuk Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, baju, kacamata google, hingga sarung tangan, juga telah diminta ke Kemenkes," jelasnya.

Ia menambahkan pihaknya meminta APD sebanyak 1.000 buah ke Kemenkes.

Selain itu, menurut dia, ada pihak tertentu yang ingin memberikan APD sebanyak 200 buah.

"Ada juga pihak yang baik hati akan memberikan 200 buah. Kami tunggu sampai dengan tiga hari ke depan," ujarnya.

Setelah APD tersebut tiba, pihaknya akan menyalurkan ke RS rujukan serta RS-RS lainnya di Lampung. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra/V Soma Ferre/Sulis Setia Markhamah)

Videografer Tribunlampung.co.id/Ikhsan Dwi Nur Satrio

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved