Tribun Bandar Lampung

Sejumlah Tempat Wisata di Lampung Mulai Tutup Akibat Wabah Virus Corona

Dampak dari penyebaran virus corona atau Covid-19, sejumlah objek wisata di Lampung mulai melakukan penutupan sementara seperti Tegal Mas.

Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Foto Udara - Pantai Mutun yang terletak di Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, menjadi salah satu tempat wisata yang ditutup sementara akibat merebaknya virus corona (Covid-19). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Dampak dari penyebaran virus corona atau Covid-19, sejumlah objek wisata di Lampung mulai melakukan penutupan sementara seperti Tegal Mas dan Puncak Mas.

“Semua ditutup tegal mas, puncak mas, dan bukit mas sampai batas waktu yang ditentukan oleh pemerintah,” Kata Thomas Azis Riska selaku Owner Tegal Mas kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (22/3/2020).

Menurutnya hal itu dilakukan untuk mendukung pemerintah dalam upaya menekan angka penyebaran covid-19.

“Karena kita enggak boleh mengangap enteng bencana nasional ini, jadi kami fikir harus patuhi apa imbauan pemerintah, mau bela negara, bangsa, ini saatnya di rumah saja. Saling mendoakan saja,” jelas Thomas.

2 Warga Pringsewu Meninggal Dunia karena DBD, Kadiskes: Sampai Akhir Februari 565 Kasus

KPU Metro Lakukan Verifikasi Faktual Mulai 26 Maret 2020

Modus Kasih Subsidi Angsuran, Salesman Mobil di Bandar Lampung Tipu Korbannya hingga Miliaran

Tegal Mas sendiri mulai dilakukan penutupan sementara sejak Kamis (19/2/2020) sedangkan Puncak Mas dan Bukit Mas akan mulai ditutup pada Senin (23/3/2020).

“Puncak Mas, Bukit Mas terhitung besok (ditutup) mulai hari ini sudah disosialisasikan sedangkan Tegal Mas sudah ditutup sejak Kamis (19/3/2020),” terang M. Rafsanzani Patria selaku General Manager Tegal Mas dan Puncak Mas kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (22/3/2020).

Isu virus corona sendiri mulai berpengaruh terhadap penurunan wisatawan sejak beberpa minggu terakhir.

“Dampak corona bagi pelaku usaha yang pasti adanya penurunan jumlah wisatawan. Sudah terasa sejak 3 minggu lalu sudah mulai ada penurunan. Dalam satu dua minggu ini sejak ada isu corona masuk ke Lampung,” paparnya.

Dengan situasi ini kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah untuk tiga destinasi wisata yang dikelolanya tersebut.

“Kalau kerugian bisa puluhan bahkan samapai ratusan juta kalau tiga tempat wisata kita gabungikan tegal mas, puncak mas, dan bukit mas. Setiap hari kita memberikan makan, dan obat-obatan karyawan tidak kita pulangkan,” terang Rafsanzani.

Lebih spesifik untuk puncak mas perharinya kerugian ditaksir Rp 10 sampai 15 juta rupiah.

“Puncak mas sebulan ratusan juta. Kalu perhari Rp 10-15 jutaan,” jelasnya.

Sedangkan untuk obyek wisata Tegal Mas kerugian ditaksir bisa mencapai puluha hingga ratusan juta.

“Kita tidak bisa menaksir dari angka puluhan sampai ratusan juta itu yang pasti perhari kita. Karena kita harus menanggung subsidi solar setiap hari listrik harus hidup, karena ratusan karyawan dan warga harus kita tetap beri penerangan disitu, tidak bisa tergambarkan kerugian kita disitu,” jelasnya.

Dengan adanya penutupan sementara ini, drastis pemasukan yang ada hingga mencapai 0 persen alias tidak ada sama sekali.

“Pasti 0 persen pengunjung tidak ada lagi, semua konfirmasi dari luar kota reschedule, ada yang batal, bahkan ada yang kita pulangkan uang kembali,” keluhnya.

Upaya yang untuk menutup kerugian tersebut pihaknya mengaku membutuhkan bantuan pemerintah untuk kembali mendorong peningkatan pengunjung pasca wabah usai.

“Kalau upaya mungkin subsidi silang lah dari luar tempat wisata kita. Kita juga minta peran dan bantuan dari pemerintah, yang sudah efektifkan sekarang mudah-mudahan cepat berlalu dan ekonomi berjalan lancar,” harapnya.

Soal kapan batas waktu kembali dibuknya obyek wisata tersebut, pihaknya akan mengikuti instruksi dari pemrintah hingga wabah berakhir.

“Kita ikut aturan pemerintah, kalau pemerintah bilang aman kita baru ikut (membuka), karena kita ikut mendukung aturan pemerintah juga,” pungkasnya.(Tribunlampung.co.id/Ahmad Robi)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved