Tribun Lampung Selatan

Pemkab Lamsel Siap Bantu Tenaga Medis di Pelabuhan Bakauheni

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menunggu permintaan resmi dari pihak pelabuhan Bakauheni dan Kantor Kesehatan Pelabuhan

TRIBUN LAMPUNG/DEDI SUTOMO
MENINJAU - Plt Bupati Lamsel Nanang Ermanto (kemeja kotak-kotak) saat meninjau Pelabuhan Bakauheni, Selasa (24/3) 

Pemkab Lamsel Siap Bantu Tenaga Medis di Pelabuhan Bakauheni

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menunggu permintaan resmi dari pihak pelabuhan Bakauheni dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), terkait kebutuhan bantuan tenaga kesehatan.

Pemkab siap memberikan bantuan tenaga kesehatan untuk diperbantukan di pelabuhan penyeberangan Bakauheni guna pemeriksaan terhadap lalu lintas penumpang guna mencegah penyebaran virus corona (covid-19).

Harga Tiket Kapal dan Cara Beli Tiket Kapal Online di Pelabuhan Bakauheni Tahun 2020

"Jika memang ada permintaan bantuan tenaga, akan kita siapkan," kata Pj. Sekretaris Daerah, Thamrin, Rabu (25/3).

Dirinya mengatakan, pelabuhan penyeberangan memiliki otoritas tersendiri. Adapun pelayanan kesehatan di pelabuhan penyeberangan berada di bawah KKP Panjang.

Sebelumnya Plt Bupati Nanang Ermanto saat meninjau Pelabuhan Bakauheni, Selasa (24/3), sempat kaget ketika mendengar pengakuan penumpang yang tiba dari pulau Jawa.

Penumpang ini mengakutidak mendapatkan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal scanner (thermal gun) oleh petugas kesehatan di pelabuhan Merak, Banten.

Keterbatasan Alat, PT ASDP Cabang Bakauheni Hanya Cek Suhu Tubuh Penumpang Pejalan Kaki

"Ini saya tanya langsung dengan penumpang. Mereka mengaku tidak menjalani pemeriksaan kesehatan dan kondisi suhu tubuh saat di pelabuhan Merak," kata Nanang Ermanto.

Nanang pun merasa kurang puas dengan kondisi ketidaksiapan pihak PT ASDP yang menjadi otoritas pengelola pelabuhan penyebarangan Bakauheni-Merak, terkait dengan antisipasi penyebaran virus corona (covid-19).

Menurutnya, akan sangat berbahaya pada ancaman penyebaran virus covid-19. Jika pengawasan pada pintu masuk dan keluar yang menghubungkan Sumatra dengan Jawa tidak diperketat pengawasannya.

"Kemarin satu orang sopir asal Bengkulu, dari Cirebon ke Jakarta lalu menyeberang melalui pelabuhan Bakauheni. Lalu sakit dan kini dirawat di RSUD Bob Bazar pada ruang isolasi. Masuk katagori Pasien Dalam Pengawasan (PDP)," kata ujar Nanang.(ded)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved