Tribun Lampung Tengah
Imbas Virus Corona, Omzet Pedagang Bandarjaya Plaza Turun Drastis
Herlina, pedagang sembako di Bandarjaya Plaza, mengatakan, sejak merebaknya wabah corona, omzetnya turun drastis.
Penulis: syamsiralam | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARJAYA - Wabah virus corona mulai berdampak terhadap turunnya aktivitas di Bandarjaya Plaza.
Sejak satu pekan terakhir, omzet pedagang Bandarjaya Plaza turun hingga 50 persen.
Herlina, pedagang sembako di Bandarjaya Plaza, mengatakan, sejak merebaknya wabah corona, omzetnya turun drastis.
"Sudah satu pekan ini pendapatan menurun sampai 50 persen. Sepi pembeli. Kalaupun ada, hanya satu-dua orang setiap harinya. Itu membuat pendapatan kita menurun. Sementara pengeluaran (rumah tangga) kita banyak," kata Herlina, Jumat (27/3/2020).
• 3 Bulan 3 Gerai Alfamart di Kotabumi Dibobol Pencuri
• Pasangan Dokter di Lampura Terpaksa Tunda Resepsi Pernikahan Akibat Corona, Keluarga Sampaikan Maaf
• Pejabat Pemkab Tulangbawang PDP Corona Demam Seusai Kunjungan ke Serang
• Kios dan Rumah Ambles, Kerugian Korban Longsor di Panjang Ditaksir Rp 80 Juta
Hal senada disampaikan Leli, pedagang lainnya.
Bahkan hari ini ia mengaku belum ada satu pun pembeli singgah ke tokonya yang berada di lantai satu Bandarjaya Plaza.
"Sampai siang ini belum ada pembeli. Biasanya ada dua atau tiga pembeli. Benar-benar adanya virus corona ini berdampak pada perekonomian kami. Sudah sepekan ini sepi. Jauh jika dibandingkan situasi normal," ujarnya.
Meski begitu, harga sejumlah kebutuhan pokok di pusat perekonomian terbesar di Lamteng itu tak mengalami kenaikan drastis.
Beras, misalnya, dijual dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu per kilogram.
Begitu juga dengan telur ayam ras Rp 22 ribu per kilogram, cabai merah Rp 33 ribu, daging sapi Rp 118 ribu, dan gula pasir Rp 17 ribu per kilogram.
Sepinya aktivitas jual beli juga berdampak pada jam operasional Bandarjaya Plaza.
Biasanya pedagang buka toko pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Namun sejak sepekan terakhir, sejumlah pedagang mengaku buka toko pukul 10.00 WIB dan tutup pukul 14.00 WIB.
"Ya kalaupun dipaksakan (beroperasi normal), gak ada jaminan juga pendapatan kita bisa lebih. Waktu lebih singkat ini saja, ya memang sepi," jelas Norma, pedagang Bandarjaya Plaza.
Sari, warga Bandarjaya, kondisi itu dipengaruhi adanya imbauan tidak keluar rumah.
"Apalagi pasar ya, itu kan pusat keramaian. Jadi kan kita ngeri (pergi ke pasar). Jadi ya beli-beli (kebutuhan pokok) di warung saja. Mencegah kan lebih baik ya," kata Sari.
Pernyataan tak jauh berbeda diucapkan Wati.
Ia mengaku berbelanja kebutuhan pokok satu kali untuk stok beberapa hari ke depan. (Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)