Virus Corona

Cerita WNI asal Lampung di Inggris Selama Lockdown, Panic Buying hingga 'Ritual' Tepuk Tangan

Salah seorang WNI asal Lampung yang tinggal di Inggris, Rilda Teneko, menceritakan, suasana di Inggris, terutama di pusat kota London.

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Noval Andriansyah
Dokumentasi Rilda Teneko
WNI asal Lampung yang menetap di London, Rilda Teneko. Cerita WNI asal Lampung di London Selama Lockdown, Terjadi Panic Buying hingga Ritual Tepuk Tangan. 

Menurut Rilda Teneko, di awal Tahun 2020 cuaca di Inggris memasuki musim semi.

Warga Inggris, kata Rilda Teneko, tentu tak ingin 'melewatkan' sengatan matahari pagi setelah berbulan-bulan di akhir Tahun 2019 'terkurung' musim dingin.

"Tapi sekarang sangat tidak mungkin melakukan itu (bepergian di akhir pekan)," ucap Rilda Teneko.

Sebelum memberlakukan lockdown, lanjut Rilda Teneko, Pemerintah Inggris hanya mengimbau warga untuk tetap di rumah dalam bentuk ajakan #stayathome.

Saat ini, Alumnus The International Institute of Social Studies of Erasmus University Belanda itu mengatakan, banyak warga London yang mulai kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan kesehatan, akibat panic buying.

Rak-rak di supermarket mengalami kekosongan barang karena terjadi panic buying setelah pemerintah Inggris memberlakukan lockdown.
Rak-rak di supermarket mengalami kekosongan barang karena terjadi panic buying setelah pemerintah Inggris memberlakukan lockdown. (Dokumentasi Rilda Teneko)

Menurut Rilda Teneko, sejak diberlakukan lockdown, punic buying terjadi di sejumlah pusat perbelanjaan.

"Rak-rak di supermarket sudah banyak yang kosong karena panic buying."

"Sekarang, supermarket menerapkan rationing atau penjatahaan, terutama untuk barang-barang seperti cairan disinfektan, paracetamol dan makanan tahan lama."

"Supermarket juga menerapkan dua meter jarak physical distancing antarpembeli, mengurangi jumlah pembeli yang boleh masuk dalam satu waktu dan meminta pembeli masuk secara bergantian, dengan antrean di luar," jelas Rilda Teneko.

Spanduk bertuliskan ucapan terima kasih kepada tenaga medis yang berada di garda terdepan dalam penanganan kasus virus corona di Inggris.
Spanduk bertuliskan ucapan terima kasih kepada tenaga medis yang berada di garda terdepan dalam penanganan kasus virus corona di Inggris. (Dokumentasi Rilda Teneko)

'Ritual' Tepuk Tangan

Rilda Teneko memaparkan, virus corona atau Covid-19 juga sudah menjangkiti sejumlah pejabat pemerintahan.

Di antaranya, Menteri Kesehatan, Putra Mahkota Kerajaan, dan banyak pejabat lainnya, termasuk Perdana Menteri Boris Johnson.

Kerja keras para petugas kesehatan dan tenaga medis, lanjut Rilda Teneko, juga mendapatkan apresiasi dari warga.

Menurut Rilda Teneko, sejak Perdana Menteri Boris Johnson dinyatakan positif Covid-19, ada semacam 'ritual' yang dilakukan masyarakat di Inggris.

"Setiap Kamis pukul 20.00 waktu setempat, seluruh penduduk di Inggris diminta bertepuk tangan dari rumah-rumah mereka, sebagai ucapan terima kasih untuk NHS dan seluruh pekerja di garda terdepan, karena mereka terus bekerja untuk memastikan semua orang sehat, aman dan mendapat kebutuhan pokok," tandas Rilda Teneko.(Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved