Kasus Corona di Lampung
Wabah Virus Corona Turunkan Konsumsi BBM di Lampung hingga Turun 20 Persen
Pandemi global virus corona atau Covid-19 juga berpengaruh terhadap penjualan bahan bakar minyak (BBM), termasuk di Lampung.
"Mau tidak mau semua kena dampak," papar Rifky.
Oleh karena itu, kata Rifky Rakhman Yusuf, Pertamina berkomitmen untuk menjaga ketersedian stok dan suplai distribusi dengan koordinasi ke pihak terkait.
"Kita manut (mengikuti) sama imbauan pemerintah stok ketersediaan kita jaga, dari sisi suplai distribusi tidak ada masalah, yang terkait dengan rencana pembatasan antar wilayah kita sudah dapat izin dari ketua satgas Covid-19, untuk memperlancar distribusi," sambung Rifky.
Stok Ramadan Aman
Sementara itu menjelang Ramadan 2020 pada akhir April 2020, pihaknya juga terus melakukan kesiapan.
"Kalau untuk persiapan Ramadan dan Idul fitri kita otomatis bill up stock (tambah stok) rencananya tetapi kalau saat ini ada pengurangan demand sampai 20-30 persen pasti akan kita hitung ulang," jelasnya.
"Prinsipnya pertamina siap menjamin ketersediaan BBM dan LPG selama masa tanggap darurat Covid-19 maupun menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri," sambung Rifky.
Untuk Sumbagsel sendiri, lanjut Rifky Rakhman Yusuf, Pertamina memasang ketersedian jaga di angka 7 hari ke depan.
"Kita berbicara stok Sumbagsel saja."
"Untuk stok BBM sama LPG kita jaga di angka 7 hari."
"Angka ketersediaan stok itu ada di terminal kita yang siap dorong ke SPBU atau SPBE dan akan di maintenance (perbaiki) sampai selesai lebaran di angka tersebut komitmen kami," jelasnya.
"Karena kalau Sumbagsel mulai dari Lampung sampai Jambi ada 9 filt terminal (TBBM) salah satunya di Panjang," tandas Rifky Rakhman Yusuf.(Tribunlampung.co.id/Ahmad Robi)