Video Berita
Dosen ITS Ciptakan Wadah Cuci Tangan tanpa Perlu Putar Keran
Video YouTube Dosen Teknik Sipil Institut Teknologi Surabaya, Umboro Lasminto (48) membuat kreasi wadah cuci tangan menggunakan botol bekas.
Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Daniel Tri Hardanto
2. Tutup botol dilubangi sebesar tabung suntikan.
3. Kemudian tabung bersama gagang suntikan dimasukkan ke dalam tutup botol dan direkatkan (dilem).
4. Botol diisi air atau air dengan sabun kemudian ditutup dengan tutup botol yang telah diberi suntikan.
5. Botoĺ digantung dengan tali rapia dengan posisi terbalik leher botol di bawah.
6. Posisi klep suntikan berada dalam botol yang akan menahan air agar tidak keluar dari botol.
7. Bila gagang suntikan disentuh ke atas maka klep terangkat dan air keluar dari leher botol.
8. Bila gagang suntikan tidak disentuh dengan berat sendiri akan turun dan klep akan menutupi lubang suntikan sehingga air tidak keluar.
Umboro mengatakan, ia terinspirasi untuk membuat alat cuci tangan praktis yang tidak perlu memutar kran.
"Membuat alat cuci tangan dengan bahan bekas yang tidak perlu memutar kran agar lebih steril, yang gampang dibuat dan murah," terang Umboro kepada Tribunnews.com dalam pesan singkatnya di WhatsApp.
Ia juga mengatakan, pembuatan wadah cuci tangan dari botol bekas dilakukan dalam upaya pencegahan penularan virus corona.
"Berkaitan dengan upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19, semoga bermanfaat untuk masyarakat," jelasnya. (Tribunnews.com/Nanda Lusiana Saputri)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Videografer Tribunlampung.co.id/Wahyu Iskandar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/dosen-di-surabaya-ciptakan-wadah-cuci-tangan-tanpa-perlu-putar-kran.jpg)