Video Berita

Dosen ITS Ciptakan Wadah Cuci Tangan tanpa Perlu Putar Keran

Video YouTube Dosen Teknik Sipil Institut Teknologi Surabaya, Umboro Lasminto (48) membuat kreasi wadah cuci tangan menggunakan botol bekas.

Tayang:
Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Daniel Tri Hardanto
Twitter @Dhika_20
Dosen ITS Umboro Lasminto ciptakan wadah cuci tangan tanpa perlu putar keran. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Video YouTube di tengah pandemi virus corona di Indonesia, Dosen Teknik Sipil Institut Teknologi Surabaya, Umboro Lasminto (48) membuat kreasi wadah cuci tangan menggunakan botol bekas.

Hal itu diketahui dari postingan yang diunggah akun Twitter @Dhika_20, Senin (30/3/2020).

"Kreasi kami memanfaatkan barang bekas disekitar kita, botol yang tidak terpakai, suntikan bekas printer jadilah wadah cuci tangan peltu alias tidak perlu memutar kran," tulis @Dhika_20.

Kepada Tribunnews.com, Umboro mengatakan wadah cuci tangan dari botol bekas itu merupakan buatannya.

VIDEO Polisi Marahi Pengunjung yang Berkerumun di Warung Kopi

VIDEO Tercatat Ada 11 Pasien Positif Corona di Lampung Kamis 2 April 2020

Jabatan Kepala Dinas Kesehatan Pringsewu Kosong, Bupati Pringsewu Sujadi Lantik 2 JPTP

Petugas Penyemprot Disinfektan Kaget Temukan Mayat di dalam Rumah

Selain itu, Umboro juga menjelaskan bahwa yang berada di dalam video dan mencuci tangan itu juga dirinya.

Kemudian @Dhika_20 merupakan tetangganya yang menggungah video tersebut ke Twitter.

Lokasi wadah cuci tangan dar botol bekas tersebut berada di Perumahan Sukolilo Park Regency Surabaya.

Kepada Tribunnews.com, Umboro membagikan cara pembuatan wadah cuci tangan menggunakan botol bekas.

Peralatan yang digunakan:

1. Botol bekas

2. Suntikan tinta printer bekas

3. Tali rafia

Cara membuat:

1. Suntikan tinta printer bekas dibersihkan terlebih dahulu kemudian dipotong pada bagian dekat jarum dan dibuang.

Sehingga tabung suntikan menjadi berlubang di kedua sisi.

2. Tutup botol dilubangi sebesar tabung suntikan.

3. Kemudian tabung bersama gagang suntikan dimasukkan ke dalam tutup botol dan direkatkan (dilem).

4. Botol diisi air atau air dengan sabun kemudian ditutup dengan tutup botol yang telah diberi suntikan.

5. Botoĺ digantung dengan tali rapia dengan posisi terbalik leher botol di bawah.

6. Posisi klep suntikan berada dalam botol yang akan menahan air agar tidak keluar dari botol.

7. Bila gagang suntikan disentuh ke atas maka klep terangkat dan air keluar dari leher botol.

8. Bila gagang suntikan tidak disentuh dengan berat sendiri akan turun dan klep akan menutupi lubang suntikan sehingga air tidak keluar.

Umboro mengatakan, ia terinspirasi untuk membuat alat cuci tangan praktis yang tidak perlu memutar kran.

"Membuat alat cuci tangan dengan bahan bekas yang tidak perlu memutar kran agar lebih steril, yang gampang dibuat dan murah," terang Umboro kepada Tribunnews.com dalam pesan singkatnya di WhatsApp.

Ia juga mengatakan, pembuatan wadah cuci tangan dari botol bekas dilakukan dalam upaya pencegahan penularan virus corona.

"Berkaitan dengan upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19, semoga bermanfaat untuk masyarakat," jelasnya. (Tribunnews.com/Nanda Lusiana Saputri)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Videografer Tribunlampung.co.id/Wahyu Iskandar 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved