Tribun Bandar Lampung

Kisah Pilu Pedagang Pasar Sore di Jagabaya, Bersyukur Masih Diizinkan Jualan di Tengah Wabah Corona

Rika, salah satu pedagang pasar sore, membeberkan, sejak wabah virus corona, tidak banyak lagi pembeli yang datang.

Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M
Aktivitas pedagang pasar sore di Jalan Pulau Bacan, Kelurahan Jagabaya II, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, Senin (6/4/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pandemi global Covid-19 berdampak terhadap semua lapisan masyarakat.

Tak terkecuali para pedagang pasar sore yang berada di Jalan Pulau Bacan, Kelurahan Jagabaya II, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung.

Wabah corona pun membuat mereka terpaksa mengalami kisah pilu.

Rika, salah satu pedagang pasar sore, membeberkan, sejak wabah virus corona, tidak banyak lagi pembeli yang datang.

Personel Satpol PP Lampung Meninggal Dunia, Keluarga Pastikan Bukan karena Corona

Kisah ABK Kapal Pesiar asal Lampung Dilarang Bersandar, 1 Bulan Terombang-ambing di Perairan Yunani

Kadiskes Lampung: Pasien Positif Corona 13 Pernah ke Bandung

PNS Diskes Lampung Meninggal Kecelakaan, Reihana Ucapkan Belasungkawa

"Iya, Mbak. Gimana nasib kami pedagang sore. Kami dagang sore dapet duit untuk keperluan sehari-hari," ungkap wanita yang menjual aneka sabun ini kepada Tribunlampung.co.id, Senin (6/4/2020).

Rika mengaku biasanya mendapatkan omzet Rp 100 ribu sehari.

Tapi saat ini belum ada satu pun barang dagangannya yang laku.

"Ini usaha kami menjemput rezeki. Kalau lagi rame ya lumayan. Tapi kalau kondisi sepi seperti saat ini, sehari belum tentu dapet Rp 50 ribu. Bahkan kadang nggak ada yang beli sama sekali," tutur ibu empat anak ini.

Sementara suaminya hanya membuka jasa servis sepeda di rumah.

"Ya mudah-mudahan wabah corona ini cepat berlalu. Biar kami bisa dagang kembali dan perekonomian kami membaik," imbuhnya.

Hal sama dikatakan pedagang bernama Nurie.

Pedagang aneka barang aksesori ini juga mengeluhkan sepinya pembeli.

Kendati begitu, ia bersyukur karena masih diizinkan untuk berjualan.

"Jadi kami harus menyiapkan air galon buat cuci tangan pakai sabun bagi pengunjung pasar maupun pedagang sendiri. Membantu mencegah penyebaran virus corona," kata Nurie.

Selain itu pedagang diwajibkan mengenakan masker dan menjaga jarak dengan pembeli.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved