Tribun Bandar Lampung
Oknum Anggota DPRD Tulangbawang Dilaporkan ke Polda Lampung atas Dugaan Penipuan
Seorang oknum anggota DPRD Tulangbawang dilaporkan ke Polda Lampung, Selasa (7/4/2020).
Penulis: hanif mustafa | Editor: Noval Andriansyah
Basuki mengatakan, pada saat itu Fildan juga mengendalikan komplotannya dari balik penjara.
Akibatnya membuat korban merugi hingga Rp 87 juta dari gabah seberat 8,5 ton.
Perkara tersebut, telah diungkap Polsek Pringsewu Kota pada 19 Januari 2020.
Polisi berhasil menangkap komplotan Fildan dan menjebloskan ke penjara.
Ironisnya, Fildan mengulangi perbuatannya lagi sehingga kembali terjerat perkara yang sama.
"Pelaku Fildan masalahnya banyak, ada dimana-mana," kata Basuki mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Rabu, 12 Februari 2020.
Truk Korban Penipuan Oknum Napi Diamankan di Tanjung Bintang
Petugas Tekab 308 Unit Reskrim Polsek Pringsewu Kota bergerak cepat setelah mendapat laporan korban penipuan yang diotaki oknum narapidana.
Kepala Polsek Pringsewu Kota Kompol Basuki Ismanto mengungkapkan, selain mengamankan tiga pelaku pihaknya juga berhasil mengamankan mobil penipuan.
Barang bukti yang berhasil diamankan mobil truck Colt Diesel FE74 BE 9736 GP.
Selain itu handphone Oppo A71 warna Gold dan 1 handphone Xiomi type 4A warna Gold.
"Truck diamankan di Desa Purwodadi Dalam Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan dalam penguasaan tersangka Adi Susanto alias Ketek," ujar Kapolsek mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Rabu, 12 Februari 2020.
Order Fiktif Muatan Beras
Putra Setiawan (25) seorang sopir warga Kampung Bina Karya Utama, RT. 24/RW. 02 Kecamatan Putra Rumbia Kabupaten Lampung Tengah menjadi korban penipuan setelah mendapat order muatan beras.
Kepala Polsek Pringsewu Kota Kompol Basuki Ismanto mengungkapkan, korban Putra mendapat telefon dari Fildan Fora Adijaya, seorang tahanan/narapaidana Rutan Kota Agung, 9 Februari 2020.
"Bermula ketika korban menerima telpon orderan muatan beras, lalu di Rajabasa bertemu dua orang pria yang mengaku kuli bongkar muat yang korban tidak tahu namanya dan tidak berkenalan," ungkap Basuki, Rabu, 12 Februari 2020.