Berita Nasional
Mbah Dirman Demam, Keluarga dan Warga Satu Desa Panggil Polisi karena Tak Berani Menolong
Ketakutan terhadap penyebaran virus corona atau Covid-19 menimpa warga satu desa di Wonosobo, Jawa Tengah.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, WONOSOBO - Ketakutan terhadap penyebaran virus corona atau Covid-19 menimpa warga satu desa di Wonosobo, Jawa Tengah.
Terbukti, saat ada warga desa sakit yang butuh bantuan, para tetangga tak ada yang berani menolong.
Jangankan para tetangga, pihak keluarga pun tak bersedia membawa pasien ke rumah sakit.
Padahal, warga bernama Sudirman (70) segera butuh bantuan medis.
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Pawulon, Desa Gondowulan, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
• Kuota Internet Gratis Telkomsel Saat Wabah Virus Corona, Cara Dapat Promo Internet Telkomsel
• PSBB di Jakarta Berlaku Mulai Jumat 10 April 2020, Gubernur Anies Baswedan Siapkan Aturan PSBB
• Pria Minta Izin ke Polisi untuk Temui 2 Istrinya di Masa Pandemi Corona
• PSBB di Jakarta Mulai 10 April 2020, Berikut Daftar Tempat Kerja yang Tetap Beroperasi
Sudirman atau dibiasa dipanggi Mbah Dirman demam.
Tubuhnya menggigil.
Namun, tak seorang pun mau mengantarnya ke puskesmas atau rumah sakit.
Termasuk, keluarganya sendiri.
Warga desa takut tertular virus corona (Covid-19) yang belakangan ini melanda dunia.
Mereka memutuskan untuk memanggil Bhabinkamtibmas.
"Mendengar kejadian tersebut Bhabinkamtibmas Desa Gondowulan, Bripka Gigih Setyaji mengajak Babinsa Sertu Efendi, segera menengok keadaan Mbah Sudirman dan membawanya ke Puskesmas Kepil," kata Kapolsek Kepil, Wonosobo, Iptu Mus Subadi, sebagaimana dilansir Surya.co.id pada Selasa (7/4/2020).
Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk, petugas menggunakan jas hujan saat mengantar Sudirman ke rumah sakit.
Sebab, alat pelindung diri (APD) tidak ada.
Petugas meminjam ambulans Desa Gondowulan untuk membawa Sudirman ke Puskemas.
Saat proses evakuasi, suasana sekitar rumah pun lengang.
Suasana ini mirip saat proses evakuasi pasien Covid-19.
Tidak terlihat, ada warga yang mendekat.
Hal itu karena warga ketakutan.
Ada tetangga yang hanya mengintip lewat jendela rumah.
Mereka tak berani keluar rumah.
Sesampai di Puskesmas Kepil, tubuh pengantar pasien disemprot disinfektan untuk membunuh kuman yang mungkin menempel.
Mobil ambulans pembawa orang tua itu pun disemprot disinfektan.
Ada tetangga yang hanya mengintip lewat jendela rumah, tanpa berani keluar.
Sesampai di Puskesmas Kepil, tubuh pengantar pasien disemprot disinfektan untuk membunuh kuman yang mungkin menempel.
Mobil ambulans pembawa orang tua itu pun disemprot disinfektan.
"Petugas disemprot disinfektan, mobilnya juga setelah membawa pasien," lanjutnya.
Tiba di puskesmas, Sudirman langsung diperiksa.
Hasilnya, Mbah Dirman memang sakit.
Tetapi, ia bukan terjangkit virus corona.
Orang tua itu hanya menderita masuk angin.
Bahkan, Sudirman tak perlu menjalani rawat inap.
"Pasien dibawa pulang kembali," kata Iptu Mus Subadi.
Kapolsek Kepil Iptu Mus Subadi mengimbau masyarakat agar tidak takut yang berlebihan terhadap wabah virus corona.
Asal mengikuti prosedur yang dianjurkan pemerintah, menurut dia, masyarakat akan aman.
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Warga Kampung Terlanjur Ketakutan, Ternyat Puskesmas Bilang Mbah Dirman Cuma Masuk Angin.
Sudirman tak mendapat pertolongan saat sakit karena warga yang ketakutan dengan wabah virus corona atau Covid-19. (surya.co.id)