Berita Nasional
Mahasiswa IPB di Banten Harus Naik Turun Bukit untuk Bisa Kuliah Online, Jadi Harapan Warga Kampung
Agar bisa ikuti kuliah online, seorang mahasiswa IPB di Banten, Idim Dimyati harus naik turun bukit.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang mahasiswa IPB atau Institut Pertanian Bogor di Lebak, Banten harus naik turun bukit agar bisa kuliah online atau daring.
Wabah virus corona atau Covid-19 membuat semua kampus di Indonesia menerapkan metode pembelajaran jarak jauh berupa kuliah online.
Namun justru untuk bisa mengikuti kuliah online, seorang mahasiswa IPB harus berjuang naik turun bukit.
Sang mahasiswa IPB tersebut bernama Idim Dimyati.
Ia merupakan mahasiswa dari Departemen Arsitektur Lanskap Fakultas Pertanian IPB.
• Unila Perpanjang Kuliah Online hingga 29 Mei 2020
• Terjerat Cinta TNI Gadungan, Wanita Tertipu Rp 60 Juta
• Anggota DPRD PDP Corona Meninggal Dunia, Jenazah Diserahkan ke Keluarga
• Setelah Bunuh Suami, Istri Hakim PN Medan Ternyata Sempat Main ke Mal
Idim Dimyati berasal dari desa Sindangwangi, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten.
Dilansir Kompas.com, ia harus pulang ke rumahnya karena kebijakan "Partially Closed Down" yang diterapkan oleh IPB University terkait merebaknya virus corona atau Covid-19.
Jarak antara desa tempat tinggal Idim dengan pusat kota atau ibu kota kabupaten Lebak mencapai 50 kilometer.
Hal itu membuatnya tak mudah mencari sinyal internet.
“Di sini aman, nyaman dan damai. Jauh dari ribuan informasi yang beredar tentang Covid-19."
"Ini karena sinyal internetnya tidak ada,” ujar Idim Dimyati sambil tertawa, sebagaimana dikutip dari laman IPB, Rabu (8/4/2020).
Setiap hari, Idim harus naik bukit di desanya.
"Ritual" tersebut ia lakukan demi mendapatkan sinyal internet, agar bisa mengikuti kuliah online dengan lancar.
“Desa saya dikelilingi tiga bukit, jadi saya sulit akses jaringan internet."
"Tapi, hal itu tidak memutuskan semangat saya untuk bisa terus mencari informasi dalam perkuliahan."