Kasus Corona di Lampung
Polres Tanggamus Simulasi Pengamanan Kerusuhan jika PSBB Diberlakukan
Polres Tanggamus sudah mendesain Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) apabila ada pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Penulis: Tri Yulianto | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Polres Tanggamus sudah mendesain Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) apabila ada pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Pembahasan ini dipimpin Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Kamis (9/4/2020).
Hadir pula Dandim 0424/TGM Letkol Inf Arman Aris Sallo, Asisten II Bupati Sukisno, perwakilan Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Basarnas Kota Agung, jajaran polsek dan kepala satuan di Polres Tanggamus.
Menurut Hesmu, pertemuan itu membahas simulasi penanganan pergerakan dari berbagai unsur, pelaku kejahatan, dibarengi untuk penanganan pasien dalam pengawasan (PDP).
• PSBB di Jakarta Diterapkan Besok, Simak Daftar Lengkap Aturan yang Tak Boleh Dilanggar
• Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan selama PSBB Jakarta 10 April - 23 April 2020
• Mantan Wabup Lampung Utara Sri Widodo Disebut Terang-terangan Minta Proyek Rp 8 Miliar
• BREAKING NEWS Pasien Positif Corona di Lampung Tambah 2 Kasus, PDP 47 Kasus, ODP 2.183 Kasus
"Di sispamkota disimulasikan berbagai strategi dan langkah yang harus dilakukan bersama apabila terjadi situasi kontijensi terhadap kondusivitas kamtibmas saat pademi Covid-19," terang Hesmu.
Ia mengaku, dalam simulasi disimulasikan kemungkinan terjadinya kerusuhan massa sampai penjarahan.
Lantas itu meluas sampai ke Pringsewu atau sebaliknya.
"Dengan adanya pembahasan simulasi ini mempermudah berikan gambaran tentang pergerakan personel, baik pada saat aman maupun situasi kontijensi," kata Hesmu.
Dasar teknis Sispamkota sama penanganan lainnya, dan rencana terakhir akan diterapkan untuk pilkakon serentak.
Harapannya dari pembahasan ini instansi yang hadir dapat memahami tugas pokok, fungsi, dan perannya masing-masing dalam penanganan situasi kamtibmas di masa pandemi Covid-19.
"Mudah-mudahan semua yang hadir dapat memahami perannya masing-masing saat penanganan kontijensi pada masa pademi Covid-19 di Tanggamus," kata Hesmu. (Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto)