Kasus Corona di Indonesia
Pak RT Menangis dan Minta Maaf, Warganya Tolak Pemakaman Pasien Virus Corona di Jawa Tengah
Seorang ketua RT di Jawa Tengah menangis saat mengetahui bahwa warganya menolak pemakaman pasien terinfeksi virus corona atau Covid-19.
"Sebab, kami harus hati-hati juga, ini masalah yang sensitif," paparnya.
Meski begitu, dirinya ingin kejadian penolakan penguburan jenazah yang terkena wabah virus corona tidak lagi terjadi di manapun di Indonesia.
Tak terkecuali, di Kabupaten Semarang.
Edy melanjutkan, saat ini perawat, dokter, pekerja medis ialah garda terdepan yang rawan terpapar wabah corona.
"Tenaga kesehatan itu tingkat kerawanannya tinggi sekali."
"Sebab kalau di ruang isolasi, mereka harus sadar diri menggunakan alat pelindung diri," papar dia.
Lebih jauh, ia menuturkan untuk menghormati jasa perawat meninggal karena corona di Kabupaten Semarang itu.
Serta sebagai tanda duka cita, Edy meminta anggotanya mengenakan pita hitam di lengan kanan masing-masing mulai tanggal 10-16 April 2020.
Saat ini, ia melanjutkan bahwa di Jateng ada total 68 ribu perawat.
Ia meminta pemerintah serius memperhatikan keselamatan perawat sesuai standar WHO.
"Artinya, masyarakat juga perlu menceritakan riwayat perjalanan secara jujur agar memperoleh informasi selengkapnya," jelasnya.
Sebelumnya, seorang perawat RSUP Dr Kariadi Kota Semarang meninggal dunia disebabkan virus corona, Kamis (9/4/2020).
Sedianya jenazah dimakamkan di TPU Suwakul Kabupaten Semarang, tetapi ditolak warga sehingga dipindah pemakamannya di kompleks makam keluarga Dr Kariadi di Bergota Kota Semarang.
Bayi terinfeksi virus corona
Di luar negeri, seorang bayi terinfeksi virus corona akibat tertular dari ayahnya yang membawa pulang virus corona setelah pergi berbelanja ke swalayan.