Pesta Ultah Saat Wabah Corona, 14 Terinfeksi dan 3 Meninggal Dunia
Beberapa hari sesudah pesta, mulai ada yang menunjukkan gejala batuk, demam, dan sesak napas, gejala khas orang-orang terkena Covid-19.
Menurut catatan, tak ada anggota keluarga yang memperlihatkan gejala saat pesta.
Maka tak jelas siapa yang pertama kali terinfeksi. "Menemukannya sekarang tak akan mengubah apa-apa,” kata Vieira.
Mereka mulai memperhitungkan kemungkinan adanya infeksi virus corona seminggu sesudah gejala pertama muncul di keluarga mereka.
"Kasusnya mulai meningkat di seluruh negeri, terutama di Sao Paulo dan kami sadar bahwa penyakit ini tak kelewat jauh dari kami. Lalu karena gejalanya sama, kami paham bahwa saudara-saudara kami dan keluarga Vera telah terinfeksi," kata Vieira.
Korban jiwa lain
Saudara dari Vieira yang mengalami gejala parah Covid-19 bernama Clovis, 62 tahun.
"Tiga hari sesudah pesta, ayahku mulai batuk-batuk, sakit kepala dan demam.
Ia kehilangan indera perasa dan penciuman," kata Arthur Ribeiro, 30 tahun.
Kesehatan Clovis, yang tak punya penyakit sebelumnya, memburuk beberapa hari kemudian.
Arthur lalu membawa ayahnya ke rumah sakit tanggal 23 Maret, dan dokter memberi resep obat dan menyuruhnya pulang.
"Mereka tidak berpikir itu virus corona," katanya.
Segera sesudahnya, suami Pereira, Paulo, juga dibawa ke rumah sakit.
Ia dianggap yang paling sehat di antara saudara-saudaranya.
Ia berolahraga setiap hari, dan sering bersepeda dan hiking.
Ketika masuk rumah sakit, kesehatannya dianggap baik, hanya sedikit tersengal-sengal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/60-persen-pasien-positif-corona-tanpa-gejala-apapun-jubir-achmad-yurianto-hati-hati.jpg)