Virus Corona
Pemerintah China Setujui Uji Coba Awal 2 Vaksin Virus Corona Terhadap Manusia
Pemerintah China menyetujui uji coba tahap awal 2 vaksin virus corona (Covid-19) terhadap manusia.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pemerintah China menyetujui uji coba tahap awal 2 vaksin virus corona (Covid-19) terhadap manusia.
Uji coba tahap awal dua vaksin ekperimental tersebut dipastikan akan dilakukan secepatnya.
Vaksin tersebut dikembangkan oleh unit Sinovac Biotech yang terdaftar di Nasdaq dan berbasis di Beijing, serta Wuhan Institute of Biological Products, afiliasi Grup Farmasi Nasional China milik pemerintah.
Pada Maret 2020, China juga mendapat lampu hijau uji klinis lainnya untuk calon vaksin virus corona, yang dikembangkan oleh Akademi Ilmu Kedokteran Militer China dan perusahaan bioteknologi yang terdaftar di Hong Kong CanSino Bio.
China melaporkan, terdapat 89 kasus tambahan Covid-19 pada 13 April 2020, turun dari 108 dibanding sehari sebelumnya.
• Gara-gara Corona, 1,6 Juta Tenaga Kerja Kena PHK, Pemerintah Akan Pulangkan ke Kampung Halaman
• UPDATE Kasus Positif di Indonesia Mencapai 4.839 Pasien, 426 Orang Sembuh, 459 Meninggal Dunia
• Wawancara Khusus dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Tren Sebaran Corona Masih Akan Naik
• PSBB di Bodebek Resmi Berlaku Hari Ini, Simak Aturan dan Sanksi yang Diterapkan
Komisi Kesehatan Nasional China, Selasa (14/4/2020), menyebutkan dari jumlah tersebut 86 di antaranya merupakan kasus impor, yang juga turun dari 98 satu hari sebelumnya.
Lembaga penyiaran China sebelumnya melansir 79 dari kasus impor pada hari itu terdapat di Provinsi Heilongjiang, yang berbatasan dengan Rusia.
China sejauh ini mencatat 82.249 kasus positif Covid-19 dan total kematian mencapai 3.341, tanpa laporan kematian baru pada 13 April.
Sedangkan 10 negara bagian di kawasan pantai timur dan barat Amerika Serikat (AS), termasuk New York dan California, sepakat untuk membuka kembali kegiatan ekonomi di wilayah masing-masing seiring krisis Covid-19 dianggap mulai mereda.
Kelompok gubernur kawasan timur laut yang dipimpin New York serta kelompok kawasan barat beranggotakan California, Oregon, dan Washington mengumumkan perjanjian bersama itu pada Senin (13/4/2020) waktu setempat.
Hal itu menjadi tanda masa puncak krisis sudah terjadi.
Setidaknya 1.500 kasus kematian baru dilaporkan dalam sehari, di bawah angka pada pekan lalu berjumlah sekira 2.000 kematian dalam 24 jam.
Kasus infeksi tambahan pun berkurang menjadi 23 ribu kasus per hari, dibandingkan kecenderungan pada pekan lalu jumlah kasus harian mencapai 30 ribu-50 ribu kasus.
Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan, ia membentuk tim bersama dengan lima negara bagian lain yang berdekatan, yakni New Jersey, Connecticut, Delaware, Pennsylvania, dan Pulau Rhode untuk merancang pelonggaran anjuran tetap berada di rumah yang diberlakukan bulan lalu.
Negara Bagian Massachusetts kemudian menyatakan bergabung dengan kelompok kawasan pantai timur.
"Tidak ada yang pernah mengalami ini sebelumnya, sehingga tidak ada yang mempunyai jalan keluar pasti."