Berita Nasional
Kisah Pengusaha Warteg Tetap Bagi Makanan Gratis meski Omzet Merosot 80 Persen Akibat Virus Corona
Seorang pengusaha warteg tetap berbagi makanan gratis meski usahanya mengalami kerugian akibat pandemi virus corona atau Covid-19.
"Sekarang saya sudah habis-habisan. Jualan sekaramg cuma dapat capeknya doang."
"Tabungan saya habis buat modal, motor saya jual buat modal dah buat (kebutuhan) sehari-hari," ujar Nur.
Tetap bagikan makanan gratis
Kendati demikian, Nur pun masih sangat bersyukur dirinya dan keluarga masih bisa makan serta sehat, meski sedang dalam kondisi sangat sulit perekonomian di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.
Rasa syukur itu membuat Nur tidak lupa dan selalu sempatkan untuk berbagi rezeki kepada orang yang membutuhkan pertolongan.
"Saya sebelum corona Alhamdulillah tiap ada lebihan makanan kita kirim ke pengemis di rel kereta, di jalanan."
"Sekarang pas corona, saya sudah jarang keliling karena khawatir juga kan keluar-keluar, cuma tiap hari pasti ada saja yang minta makan ke warung dan kita kasih."
"Sehari bisa tiga sampai lima orang minta makan, kayak pemulung, pengemis," ujar Nur.
Nur berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar perekonomian masyarakat dan pelaku usaha seperti dirinya bisa kembali normal.
Buruh tukang jahit bagikan masker gratis
Sebelumnya, seorang buruh tukang jahit membuat masker kain dan membagikannya secara gratis.
Kegiatan yang dilakukan pria dengan gelar sarjana tersebut merupakan bentuk solidaritas dalam melawan virus corona atau Covid-19.
Sang buruh tukang jahit itu bernama Heri Saputra (29), warga Jalan Budi Utomo, Kelurahan Beringin Raya, Kota Bengkulu.
Ia merupakan kuli jahit atau buruh tukang jahit yang bekerja pada pengusaha jahit.
Alumni Prodi Matematika Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) itu mengaku, aksi yang dilakukannya tersebut bermula dari melihat banyaknya keluhan warga di sekitar rumah dan beberapa temannya.