Berita Nasional
Patung Raksasa Runtuh di Kelenteng Kwan Sing Bio, Kesaksian Warga Saat Detik-detik Patung Roboh
Sebuah patung raksasa runtuh di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Kamis (16/4/2020). Insiden patung raksasa runtuh tersebut mengagetkan warga sekitar.
Menurut keterangan dari pihak keamanan yang berjaga, penutupan ini atas perintah atasan.
Bahkan, petugas polisi pun belum diperkenankan masuk untuk melakukan penyelidikan.
"Pintu masuk kelenteng ditutup, ini perintah atasan," ucap petugas keamanan kelenteng yang tak menyebut namanya.
Legenda
Klenteng Kwan Sing Bio merupakan satu-satunya kelenteng yang menghadap ke laut.
Terdapat patung kepiting raksasa yang mengangkang di atas gapura menuju Kelenteng Kwan Sing Bio.
Kelenteng Kwan Sing Bio merupakan tempat peribadatan Tri Dharma yang telah berusia ratusan tahun.
Diperkirakan, kelenteng ini telah ada semenjak abad ke 18
Menurut Hendra, kepala ritual di Kelenteng Kwan Sing Bio, kepiting melambangkan keberanian yang siap melindungi.
"Tentu ada unsur kebaikan dalam lambang kepiting yang dipajang di klenteng ini," sambungnya.
Di sini, juga berdiri sebagai tempat pemujaan terhadap Kong Co.
"Kong Co berasal dari Dinasti Han. Nama aslinya Kwan Kong dan punya gelar Kwan Sheng Tee Khoen," jelas Hendra dalam wawancara dengan SURYA.co.id.
Kong Co diperkirakan hidup pada zaman Sam Kok, sekitar abad ketiga Masehi.
Karena jasanya pada kekaisaran saat itu, ia diberi anugerah oleh Kaisar Han.
Kong Co kemudian menjadi sosok yang banyak dipuja sebagai dewa atas budi baik dan jasa-jasanya.