68 Hari Berjuang Bersama Lawan Corona, Pria Ini Lamar Perawat di Halaman Rumah Sakit

Sang pria melamar perawat wanita di halaman rumah sakit disaksikan para pasien dan petugas medis lainnya.

Tayang:
dailymail.co.uk
68 Hari Berjuang Bersama Lawan Corona, Pria Ini Lamar Perawat di Halaman Rumah Sakit 

Mereka dikirim ke fasilitas medis cepat yang disebut Rumah Sakit Leishenshan untuk merawat pasien yang menderita COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh bug tersebut.

Hu  dan Zeng merasakan jatuh bangun bersama dalam merawat pasien corona sepanjang waktu. Serta berjuang agar keduanya tetap sehat.

"Bersama, kami mengalami dinginnya shift malam di Leishenshen dan hangatnya matahari setelah meninggalkan shift malam. Ini adalah ujian untuk hidup kita," tutur Hu kepada wartawan.

"Saya mengambil kesempatan ini (untuk mengekspresikan cinta saya) dengan harapan itu bisa membuat cinta kami lebih kuat," tambah Hu.

Perawat Hu melamar Zeng kekasihnya yang juga perawat setelah virus corona reda di Wuhan
Perawat Hu melamar Zeng kekasihnya yang juga perawat setelah virus corona reda di Wuhan (dailymail.co.uk)

Ucapan Hu ditimpali Zeng dengan mengatakan, “Kami bertempur bahu-membahu selama dua bulan. Itu sangat berarti. "

Zeng dan Hu telah mengalami masa-masa sulit dalam epidemi Covid-19.

Zeng menambahkan bahwa mereka berdua adalah 'Petarung Guntur' yang merujuk pada nama rumah sakit, yang diterjemahkan sebagai Rumah Sakit Gunung Thunder God.

Kisah indah pasangan ini viral setelah diberitakan media Tiongkok, termasuk China News dan Beijing News.

Sebagai informasi Dilengkapi Rumah Sakit Leishenshan dibangun dalam waktu 14 hari untuk menangani meningkatnya jumlah pasien COVID-19 di Wuhan pada puncak wabah kota.

Rumah sakit darurat ini  memiliki 1.500 tempat tidur, Ini adalah fasilitas kedua di Wuhan dibangun setelah 1.000 tempat tidur Huoshenshan atau Fire God Mountain Hospital, yang selesai dalam waktu 10 hari.

Kedua rumah sakit ditutup kemarin setelah semua pasien pulih dan dipulangkan.

Menurut angka pemerintah, Rumah Sakit Huoshenshan dibuka pada 4 Februari dan merawat 3.059 COVID-19 pasien, 2.961 di antaranya pulih sepenuhnya.

Leishenshan merawat 2.011 pasien yang paling kritis saat beroperasi antara 8 Februari dan 15 April.

Wuhan, yang dulu merupakan pusat pandemi coronavirus, melihat semua pembatasan perjalanannya dicabut pada 8 April setelah dikunci selama 76 hari.

Pandemi virus korona, yang pertama kali muncul di Wuhan, telah menewaskan lebih dari 137.000 orang dan menginfeksi lebih dari dua juta di seluruh dunia.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved