Penipuan dan Pencurian di Lamteng

Pelaku Mengaku Terpaksa Lakukan Pencurian dan Penipuan 2 Korbannya Lantaran Tak Punya Uang

Pelaku menerangkan jika dirinya terpaksa melakukan pencurian dan penipuan terhadap dua korbannya, lantaran tak memiliki uang. P

Penulis: syamsiralam | Editor: Reny Fitriani
Grafis Tribun Timur/Lily
Ilustrasi - Pelaku Mengaku Terpaksa Lakukan Pencurian dan Penipuan 2 Korbannya Lantaran Tak Punya Uang 

Laporan Reporter Tribun Lampung Syamsir Alam

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,SEPUTIHBANYAK - Pelaku penipuan dan pencurian sepeda motor di Seputih Banyak, WS (26) warga Kabupaten Mesuji, mengaku telah menggadai sepeda motor korbannya.

Oleh WS, sepeda motor Yamaha Vixion dengan nomor polisi (Nopol) BN 6561 KB warna abu-abu milik Putu Niarta (warga Kampung Sanggar Buana) digadai kepada seseorang di Unit II, Kabupaten Tulang Bawang.

"Saya gadai (motor korban Putu Niarta). Sekarang (motor) masih di Unit II. Saya jual karena saya gak punya uang buat kebutuhan sehari-hari," terang WS di Mapolsek Seputih Banyak, Senin (20/4/2020).

Pelaku menerangkan jika dirinya terpaksa melakukan pencurian dan penipuan terhadap dua korbannya, lantaran tak memiliki uang. Pelaku sendiri sampai saat ini tak memiliki pekerjaan.

Selama ini pelaku mengatakan, selalu berpindah-pindah tempat mulai dari Mesuji, Unit II, hingga Seputih Untuk menghindari kejaran polisi.

BREAKING NEWS Tak Dipinjami Motor, Pria Mesuji Nekat Bawa Kabur Vega R Korban yang Terpakir di Teras

3 Remaja Sekampung Udik Diringkus Beberapa Jam Seusai Gasak Motor di Kantor Pemprov Kota Baru

Cegah Penyebaran Virus Corona, TPU Blok 7 Sawah Brebes Tiadakan Ziarah Makam

Cerita Sopir Ambulans 10 Tahun Angkut Jenazah, Deri Modifikasi Minibus Jadi Ambulans

Modus Pinjam Motor untuk Beli Bensin

Aksi penipuan dan pencurian oleh warga Kabupaten Mesuji di Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah tidak hanya kepada korban Made Putra Yasa.

Setelah membawa sepeda motor Made Putra Yasa warga Kampung Sakti Buana, penipuan dan pencurian sepeda motor juga dilakukan pelaku WS (26) kepada Putu Niarta warga Kampung Sanggar Buana.

Setelah aksi pencurian sepeda motor di rumah Made Putra Yasa, Senin (20/2/2020), esok harinya Selasa (21/2/2020), pelaku bertemu dengan korban kedua yakni Putu Niarta di areal persawahan.

"Saat itu saya melihat korban sedang mendorong motornya karena mogok. Lalu saya dekati, dan bilang kenapa motornya didorong," ujar Putu Niarta kepada penyidik Polsek Seputih Banyak, Senin (20/4/2020).

Setelah itu lanjut Putu Niarta, pelaku bilang kepada dirinya kehabisan bensin, dan tak bisa membeli bensin karena tidak memiliki uang.

"Lalu (pelaku) saya kasih uang Rp 50 ribu buat beli bensin. Tapi dia alasannya pinjam motor saya buat ke penjual bensin eceran terdekat," jelasnya.

Pergilah WS dengan mengendarai sepeda motor milik korban Yamaha Vixion dengan nomor polisi (Nopol) BN 6561 KB warna abu-abu, dan meninggalkan sepeda motornya milik Made Putra Yasa, Yamaha Vega ZR warna hitam tanpa Nopol.

"Saya tunggu dia (pelaku) seharian tapi gak nongol-nongol juga. Terus saya bawa motor dia (milik korban Made Putra Yasa) ke Mapolsek Seputih Banyak dan buat laporan polisi," pungkasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved