IDI Kritik Tes Corona Masih Lambat dan Minim, Ini Bantahan Pemerintah
Karena itu, pihaknya mengaku fokus pada kasus Covid-19 dan tidak mengumumkan data kematian terkait PDP dan ODP.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M. Faqih mengatakan, pemerintah perlu mempercepat dan memperluas cakupan tes Covid-19 di Indonesia.
Percepatan dan perluasan tes itu menurut Daeng penting, agar penyebaran virus corona di Indonesia tidak menjadi fenomena gunung es.
Sebelumnya Daeng juga menyebutkan bahwa kasus kematian terkait Covid-19 di Indonesia jumlahnya bisa mencapai lebih dari 1.000 orang.
Jumlah lebih dari 1.000 itu menurut Daeng, selain dari data kasus positif yang dilaporkan pemerintah juga dari banyaknya angka PDP yang meninggal.
“Pemeriksaan tes Covid-19 di kita masih lambat, PDP banyak yang tidak selesai diperiksa sampai meninggal atau bahkan belum sempat diperiksa,” kata Daeng saat dihubungi Kompas.com (19/4/2020).
• Dulu Ashraf Sinclair Diolok-olok soal Corona, Sekarang Terbukti Jadi Kenyataan
• Singapura Urutan Pertama Corona ASEAN tapi Angka Kematian Kecil, Bandingkan dengan Indonesia
• Artis Ivan Gunawan Ancam Pecat Karyawannya yang Mudik Saat Pandemi Corona
• PDP Corona 2 Kali Ngamuk di Rumah Sakit, Minta Pulang karena Ingin Rawat Ibunda yang Sakit
Kecepatan tes
Banyaknya kasus PDP yang meninggal sebelum diketahui hasilnya atau bahkan meninggal belum sempat dites menurut Daeng permasalahan ada pada pemeriksaan tes yang lama.
Padahal pasien PDP dirawat dan dimakamkan dengan standar Covid-19.
“Ini (pasien PDP) angkanya besar, coba dicek. Ini persoalan. Pasien ini dirawat dengan standar covid, sampai meninggal hasilnya belum keluar,” lanjut Daeng.
Pihaknya menekankan pada percepatan dan perluasan tes virus corona di Indonesia yang menurutnya masih rendah.
Sebab, dengan tes yang cepat dan luas, tidak hanya akan mengetahui jumlah pasien yang meninggal karena Covid-19, namun juga mengetahui seberapa banyak kasus corona di Indonesia.
“Termasuk bukan hanya data kematian, tetapi yang dinyatakan positif akan berpotensi besar, dari yang diumukan pemerintah saat ini kalau tesitingnya dipercepat dan diperluas,” jelas Daeng.
Bahkan Daeng menyebut, hasil update kasus infeksi yang setiap hari diumumkan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto, sebenarnya adalah data semingga atau bahkan dua minggu sebelumnya.
“Yang keluar hasil positif yang diumumkan sebenarnya data beberapa hari, seminggu lalu atau dua minggu yang lalu. Itu karena kecepatan pemeriksaan testingnya bermasalah.
Ini PR juga, padahal ini (kecepatan tes) kan yang diminta Pak Jokowi,” kata Daeng.