Nasib Para PSK Saat Lockdown di Colombia, Jualan Permen Agar Tak Kelaparan

Dia sering mendengar ketukan pintu rumah, biasanya temannya dan anak-anak yang lapar.

perthnow.com.au
Ilustrasi PSK. Nasib Para PSK Saat Lockdown di Colombia, Jualan Permen Agar Tak Kelaparan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Para pekerja seks komersial di Colombia juga berjuang bertahan hidup di tengah situasi lockdown wabah virus corona.

Ana Maria misalnya, dia melanggar aturan karantina dengan melakukan "kunjungan ke rumah (klien)" sementara Estefania meninggalkan rumah untuk menjual permen dan obat-obatan.

Sebelum terjadi wabah, mereka biasa bekerja di jalan, atau di rumah-rumah bordir di mana negara mereka melegalkan pekerja seks komersial (PSK).

Kini, dengan situasi karantina, tempat-tempat bekerja itu dilarang.

PSK di Colombo berjuang untuk menghidupi diri mereka.

Risiko denda dan penjara membayangi mereka setiap melakukan pelanggaran aturan lockdown.

Dulu Ashraf Sinclair Diolok-olok soal Corona, Sekarang Terbukti Jadi Kenyataan

Singapura Urutan Pertama Corona ASEAN tapi Angka Kematian Kecil, Bandingkan dengan Indonesia

Artis Ivan Gunawan Ancam Pecat Karyawannya yang Mudik Saat Pandemi Corona

UPDATE Kasus Corona di Indonesia - 6.760 Positif, 747 Sembuh, dan 590 Meninggal

Namun, jauh lebih berbahaya jika mereka 'menjual diri' di tengah pandemi. Mereka bisa saja terinfeksi.

Di Colombia, hampir 3.500 orang terinfeksi dan sebanyak 150 orang dinyatakan tewas akibat virus corona.

Kepada media Perancis AFP, Ana Maria menuturkan kisahnya.

"Di tengah masa karantina, saya harus pergi untuk bekerja (mendatangi klien)."

Dia menambahkan, "Saya bisa apa lagi? Saya tidak bisa mati kelaparan."

Ana berusia 46 tahun, berasal dari Facatativa, sebuah kota yang jaraknya 40 kilometer dari Ibukota Bogota.

Persediaan gas, buah dan sayur di dapurnya kian menipis. Dia harus bekerja.

Ana naik taksi ke rumah kliennya hanya untuk menghasilkan 10 dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 154.000 saja.

"Saya tidak bisa menunggu, bantuan negara belum datang," kata Ana merujuk pada subsidi yang dijanjikan kepada orang-orang yang rentan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved