Kasus Corona di Lampung
Terdampak Covid-19, 90 Persen Bisnis Tour and Travel Tutup, ASITA Lampung: Harus Ada Stimulus
Sektor tour and travel menjadi salah satu bidang yang sangat terdampak di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.
Penulis: ahmad robi ulzikri | Editor: Noval Andriansyah
“Puncak Mas, Bukit Mas terhitung besok (ditutup) mulai hari ini sudah disosialisasikan sedangkan Tegal Mas sudah ditutup sejak Kamis (19/3/2020),” terang M. Rafsanzani Patria selaku General Manager Tegal Mas dan Puncak Mas kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (22/3/2020).
Isu virus corona sendiri mulai berpengaruh terhadap penurunan wisatawan sejak beberpa minggu terakhir.
“Dampak corona bagi pelaku usaha yang pasti adanya penurunan jumlah wisatawan."
"Sudah terasa sejak 3 minggu lalu sudah mulai ada penurunan."
"Dalam satu dua minggu ini sejak ada isu corona masuk ke Lampung,” paparnya.
Dengan situasi ini kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah untuk tiga destinasi wisata yang dikelolanya tersebut.
“Kalau kerugian bisa puluhan bahkan samapai ratusan juta kalau tiga tempat wisata kita gabungikan tegal mas, puncak mas, dan bukit mas."
"Setiap hari kita memberikan makan, dan obat-obatan karyawan tidak kita pulangkan,” terang Rafsanzani.
Lebih spesifik untuk puncak mas perharinya kerugian ditaksir Rp 10 sampai 15 juta rupiah.
“Puncak mas sebulan ratusan juta. Kalu perhari Rp 10-15 jutaan,” jelasnya.
Sedangkan untuk obyek wisata Tegal Mas kerugian ditaksir bisa mencapai puluha hingga ratusan juta.
“Kita tidak bisa menaksir dari angka puluhan sampai ratusan juta itu yang pasti perhari kita."
"Karena kita harus menanggung subsidi solar setiap hari listrik harus hidup, karena ratusan karyawan dan warga harus kita tetap beri penerangan disitu, tidak bisa tergambarkan kerugian kita disitu,” jelasnya.
Dengan adanya penutupan sementara ini, drastis pemasukan yang ada hingga mencapai 0 persen alias tidak ada sama sekali.
“Pasti 0 persen pengunjung tidak ada lagi, semua konfirmasi dari luar kota reschedule, ada yang batal, bahkan ada yang kita pulangkan uang kembali,” keluhnya.
Upaya yang untuk menutup kerugian tersebut pihaknya mengaku membutuhkan bantuan pemerintah untuk kembali mendorong peningkatan pengunjung pasca wabah usai.