Kasus Corona di Lampung

Terdampak Covid-19, 90 Persen Bisnis Tour and Travel Tutup, ASITA Lampung: Harus Ada Stimulus

Sektor tour and travel menjadi salah satu bidang yang sangat terdampak di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebanyak 90 persen pelaku usaha yang bergerak di bidang agen perjalanan atau tour and travel, di bawah naungan Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Lampung, terpaksa tutup.

Sektor tour and travel menjadi salah satu bidang yang sangat terdampak di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Ketua ASITA Lampung Adi Susanto.

"Ada 90 persen (pelaku bisnis tour and travel) tutup total," kata Adi kepada Tribunlampung.co.id, Kamis (23/4/2020).

"Kita mau jualan paket wisata, siapa yang mau beli? Destinasi wisata juga tutup semua," imbuh Adi.

ART di Semarang Kerap Disiksa Majikan, Dipaksa Minum Air Mendidih dan Makan 50 Cabai

Wawancara Eksklusif Dirlantas Polda Lampung Kombes Chiko Ardwiatto: 70 Ruas Jalan Lampung Disekat

Hari Ini Sidang Isbat, Kemenag Lampung Lakukan Rukyatul Hilal di Canti, Lampung Selatan

Sejumlah Tempat Wisata di Lampung Mulai Tutup Akibat Wabah Virus Corona

Menurut Adi, 90 persen pelaku usaha tersebut meliputi tiketing, perjalanan umrah, inbon dan outbon.

"Karena tidak ada yang dijual juga," ucap Adi.

Adi mengaku, ASITA Lampung telah berkomunikasi dengan Pemprov Lampung, membahas keberlangsungan usaha pariwisata di Lampung melalui sambungan virtual.

"Semalam kami (ASITA) sudah berbicara (secara) virtual dengan bapak Gubernur (Arinal Djunaidi)," kata Adi.

"Kami berharap ada diberikan stimulus, kalau mereka bicara pelatihan online, kami tidak butuh pelatihan, karena kami sudah hatam (tamat)," tegas Adi.

"Kalau pemerintah bilang, melalui program pelatihan prakerja, itu hanya 6 persen yang diterima."

"Karena, hampir semua kementerian minta data ke kami."

"Kami input (masukkan) ditolak, yang masuk hanya 1 persen, habis prakerja terus ada pelatihan, ngapain pelatihan? Kami butuh makan," ucap Adi lagi.

Menurut Adi, pemerintah perlu memperhatikan sektor ekonomi penggerak.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved