Tribun Lampung Selatan

Buntut Larangan Mudik Kapal Roro Beroperasi hanya 22 Unit

Lengangnya arus penyeberangan di selat Sunda pasca larangan mudik Lebaran berdampak pada beroperasinya jumlah kapal roro (roll on roll off).

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: soni
istimewa
Akses ke loket penumpang pejalan kaki di pelabuhan Merak kini di kunci. (foto dokumen warga) 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Lengangnya arus penyeberangan di selat Sunda pasca larangan mudik Lebaran berdampak pada beroperasinya jumlah kapal roro (roll on roll off).

Bila biasanya jumlah kapal roro yang beroperasi 28-30 unit per hari, kini jumlah kapal yang beroperasi hanya 22 unit. Adapun dua unit di antaranya untuk pelayanan dermaga eksekutif.

“Untuk hari ini jumlah kapal yang beroperasi 22 unit. Untuk pelayanan dermaga eksekutif 2 kapal,” kata Humas PT. ASDP cabang Bakauheni, Saifulahil Maslul Harahap, selasa (28/4).

Menurut dirinya, arus penyeberangan di pelabuhan Bakauheni pun lengang. Tidak terlihat adanya penumpang pejalan kaki. Penyeberangan didominasi oleh truk angkutan barang.

Mulai Hari Ini Ditlantas Polda Lampung Tutup Akses Merak Bakauheni

“Untuk penyeberangan kini dominasi truk barang. Ini pun biasanya sore dan malam hari yang agak ramai,” ujarnya.

Areal pakir pelabuhan Bakauheni pun terlihat lengang. Tidak nampak adanya kendaraan yang antri untuk hendak naik kapal.

Kondisi yang sama juga dialami oleh pelabuhan Merak Banten. Arus penyeberangan Merak, terpantau lengang. Tidak terlihat adanya kendaraan yang parkir di dermaga menunggu untuk naik kapal.

“Merak hari ini sepi. Seperti tidak ada aktivitas. Hanya ada beberapa truk barang,” kata Joko, seorang sopir truk angkutan barang yang baru menyeberang dari Jawa.

Dirinya menambahkan, penyeberangan kapal pun sepi. Hanya ada beberapa truk barang saja serta kendaraan lainnya.(Tribunlampung/Dedi Sutomo)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved