Tribun Lampung Selatan
PT ASDP Indonesia Ferry Fokuskan ke Pelayanan Angkutan Barang
Adanya pembatasan angkutan penyeberangan karena dampak dari pandemi virus corona (Covid-19), PT ASDP Indonesia Ferry fokus pelayanan angkutan barang.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Adanya pembatasan angkutan penyeberangan karena dampak dari pandemi virus corona (Covid-19), PT ASDP Indonesia Ferry fokus pada pelayanan angkutan barang.
Angkutan penyeberangan untuk penumpang dan kendaraan non barang untuk saat ini berhenti sementara di seluruh Indonesia dengan diberlakukannya kategori PSBB (pembatasan sosial berskala besar).
“Kita fokus menjaga agar penyeberangan logistik tetap berjalan lancar."
"Sehingga mobilitasasi pasokan logistik ke seluruh Indonesia tetap berjalan lancar,” kata Corporate Secretary PT. ASDP, Imelda Alini dalam rilis yang diterima Tribunlampung.co.id, Kamis (7/5/2020).
• BI Lampung Siapkan Rp 4,36 Triliun untuk Ramadan 2020, Simak Lokasi Penukaran Uang di Lampung
• Ngaku Wartawan, Seorang Pria di Tulangbawang Peras Kepala Kampung Rp 30 Juta
• Cerita Wali Kota Bandar Lampung Tunggu Masakan Bunda Eva, Herman HN: Kita Tinggal Makan Saja
• Hasil Rapid Test 9 Orang yang Kontak Erat dengan Tenaga Medis yang Positif Corona di Lamsel
Dirinya menjelaskan, trafik untuk angkutan logistik di sejumlah pelabuhan penyeberangan mengalami peningkatan.
Untuk di lintasan Merak-Bakauheni, kenaikan trafik angkutan penyeberangan truk logistik ini naik 2-3 persen.
“Untuk pelabuhan Merak tercatat dalam 2 bulan terakhir mengangkut 183.642 unit truk."
"Sedangkan untuk Bakauheni mengangkut sebanyak 178.920 unit truk,” katanya.
Menurut Imelda, angkutan logistik ini akan terus meningkat menjelang idul fitri 1441 mendatang.
Sedangkan untuk lintasan lainnya ada yang mengalami peningkatan 4-5 persen, seperti cabang Batam dan Bitung.
Imelda menambahkan, pembatasan angkutan penyeberangan untuk penumpang, bus dan kendaraan pribadi tindaklanjut dari Permehub nomor : 25 tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik idul fitri 1441 H dalam rangka pencegahan penyeberangan covid-19.
ASDP, ujar dirinya, berkomitmen untuk tetap menjaga pasokan kebutuhan pokok di daerah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.
Sementara itu, Humas PT. ASDP cabang Bakauheni, Saifulahil Maslul Harahap menambahkan, untuk di lintasan Selat Sunda saat ini jumlah kapal yang beroperasi setiap harinya kini ada 17 unit kapal.
“Untuk dermaga yang beroperasi yakni dermaga eksekutif, dermaga 1,2 dan 3,” kata dia.
Berkurangnya jumlah kapal yang beroperasi ini, karena ada pembatasan untuk penyeberangan orang, bus penupang dan kendaraan pribadi.
“Saat ini fokusnya pada angkutan logistik. Karena untuk angkutan penumpang, bus dan kendaraan pribadi sedang dihentikan sementara,” ujar Saiful. (Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pt-asdp-indonesia-ferry-fokuskan-ke-pelayanan-angkutan-barang.jpg)