Jenderal Pendukung Prabowo Dirawat di RSPAD, Habiburokhman: Mohon Doanya
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Garindra itu mengalami pendarahan otak dan harus dioperasi.
"Saya ingin memberikan keris. Keris ini saya anggap Pak Djoko sebagai kesatria sejati," katanya di rumah Djoko Santoso, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (8/9/2018).
Prabowo Subianto mengaku terkesan oleh pencapaian karier Djoko Santoso.
Karena meskipun sempat menjadi bawahan Prabowo Subianto Subianto, Djoko Santoso bisa memiliki pangkat yang lebih tinggi.
"Dari karier juga terlewati, saya cuma sampai bintang tiga, sedangkan Pak Djoko sudah bintang empat," ujar Prabowo Subianto.
Prabowo Subianto mengatakan, Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut sebagai perwira terbaik yang dimiliki TNI.
"Kita pernah berjuang bersama. Beliau dulu bawahan saya."
"Beliau adalah perwira salah satu yang terbaik yang pernah dimiliki TNI," pujinya.
Prabowo Subianto Subianto mengakui bahwa dulu saat masih menjadi anggota aktif TNI, dia adalah orang yang keras.
Namun, Djoko Santoso sebagai bawahannya, tutur Prabowo Subianto, tidak pernah kena marah.
"Saya ini orang yang keras, tapi Pak Djoko belum pernah kena marah, karena beliau orangnya sungguh-sungguh," tuturnya
Ditunjuk Jadi Ketua Tim Pemenangan
Partai Gerindra menggelar rapat internal di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (14/8/2018).
Turut hadir dalam rapat internal tersebut, pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hasyim Djojohadikusumo, Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Fuad Bawazir dan Djoko Santoso, serta Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo.
Usai pertemuan, Edhy mengatakan Prabowo Subianto telah mengusulkan mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Djoko Santoso sebagai Ketua tim pemenangan. Djoko yang hadir dalam pertemuan tersebut, menurut Edhy, menyatakan siap memimpin tim pemenangan.
"Jadi Pak Prabowo menunjuk Pak Djoko, menanyakan ke Pak Djoko apakah beliau bersedia, dan Pak Djoko bersedia," ujar Edhy.