Berita Nasional
PLN Jawab Tuduhan Curang Naikkan Tarif Listrik Diam-diam
Terhadap tuduhan PLN curang dan menaikkan tarif diam-diam, Kami diawasi secara internal maupun eksternal.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Masyarakat resah dengan terjadinya kenaikan tarif listrik yang membengkak.
Berbagai macam tuduhan pun dialamatkan ke Perusahaan Listrik Negara ( PLN).
Ada masyarakat menuding PLN telah berbuat curang karena menaikkan tarif listrik diam-diam.
Pihak PLN akhirnya buka suara mengenai hal ini.
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, PLN adalah perusahaan BUMN yang setiap laporannya harus mendapatkan audit dari BPK dan pengawasan dari BPKP.
• Cara Dapat Listrik Gratis 6 Bulan dari PLN untuk Pelaku Usaha
• Masyarakat Keluhkan Tagihan Listrik Melonjak, Ombudsman: Ada yang Naik Berlipat Ganda
• Kisah Pilu 2 ABK Asal Sumsel di Kapal China, Makan Umpan Pancing hingga Minum Air Laut
• Ditegur Tak Pakai Masker, Pemuda di Bogor Pukul Petugas, Sempat Maki-maki Polisi Tua
Sehingga tidak mungkin pihaknya menaikkan tarif diam-diam.
“Terhadap tuduhan PLN curang dan menaikkan tarif diam-diam, Kami diawasi secara internal maupun eksternal. Jadi dalam hal tarif listrik, kami tidak mungkin dan tidak bisa melakukan kebijakan semena-mena,” kata Zulkifli dalam siaran pers, Sabtu (9/5/2020).
Zulkifli mengatakan, keluhan kenaikan tarif listrik pada bulan Mei yang disampaikan sebagian pelanggan, akar masalahnya terjadi ketika diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Maret.
Saat itu, petugas catat meter tidak dapat melakukan pencatatan meteran kepada sebagian pelanggan untuk menghindari paparan virus corona antara petugas dengan pelanggan sehingga hitungan penggunaan listrik ditetapkan rata-rata selama 3 bulan terakhir.
Dengan cara tersebut, tentu akan ada akibat kurang bayar atau lebih bayar pada bulan berjalan, yaitu bulan April 2020.
Secara sistem, kurang bayar akan dibebankan pada pembayaran bulan berikutnya.
"Dan kita semua tahu, pada bulan April PSBB berlangsung makin luas, dan Work from Home juga makin besar. Sehingga tagihan listrik pelanggan rumah tangga semakin besar. Ditambah dengan kurang bayar pada bulan sebelumnya, maka tagihan tersebut memang menjadi makin besar,” terang Zulkifli.
Di masa pandemi, PLN membuat pengamanan berlapis karena masyarakat memerlukan pasokan listrik yang andal.
Pengamanan berupa ketersediaan petugas di titik operasi kritikal dan pengawasan maksimal kepada penjaga pasokan listrik.
Berdasarkan catatan PLN, kata Zulkifli, tingkat gangguan listrik seperti pemadaman justru berada di titik terendah selama Maret-April 2020.