Lebaran 2020

Bacaan Niat Puasa Syawal 1441 H dalam Bahasa Arab, Latin Beserta Terjemahannya

Pelaksanaannya boleh dilakukan sekaligus atau enam hari berturut-turut, boleh juga tidak berturut-turut.

Editor: Reny Fitriani
grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi. Bacaan Niat Puasa Syawal 1441 H dalam Bahasa Arab, Latin Beserta Terjemahannya 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Puasa Syawal mulai bisa dikerjakan dari tanggal 2 Syawal hingga akhir Syawal.

Simak, bacaan doa niat puasa syawal dan tata cara puasa syawal 1441 H atau Lebaran 2020.
"Hari pertama Syawal haram berpuasa karena itu adalah hari raya Idul Fitri. Boleh mulai berpuasa Syawal besoknya pas hari kedua hingga akhir Syawal," ujarnya.
Puasa Syawal ini berjumlah enam hari

Pelaksanaannya boleh dilakukan sekaligus atau enam hari berturut-turut, boleh juga tidak berturut-turut atau dicicil, yang penting hingga akhir Syawal jumlahnya enam hari.

Dilansir nu.or.id , puasa Syawal hukumnya sunnah.

Simak, bacaan doa niat puasa syawal dan tata cara puasa syawal 1441 H atau Lebaran 2020.

Untuk niat puasa Syawal, ulama berbeda pendapat perihal ta‘yin.

Sebagian ulama menyatakan bahwa seseorang harus mengingat ‘puasa sunah Syawwal’ saat niat di dalam batinnya.

Sedangkan sebagian ulama lain menyatakan bahwa tidak wajib ta’yin.

Hal ini dijelaskan oleh Syekh Ibnu Hajar Al-Haitamisebagai berikut:

( ﻭْﻟُﻪُ ﻧَﻌَﻢْ ﺑَﺤَﺚَ ﺇﻟَﺦْ ‏) ﻋِﺒَﺎﺭَﺓُ ﺍﻟْﻤُﻐْﻨِﻲ ﻭَﺍﻟﻨِّﻬَﺎﻳَﺔِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺳْﻨَﻰ ﻓَﺈِﻥْ ﻗِﻴﻞَ ﻗَﺎﻝَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻤَﺠْﻤُﻮﻉِ ﻫَﻜَﺬَﺍ ﺃَﻃْﻠَﻘَﻪُ ﺍﻟْﺄَﺻْﺤَﺎﺏُ ﻭَﻳَﻨْﺒَﻐِﻲ ﺍﺷْﺘِﺮَﺍﻁُ ﺍﻟﺘَّﻌْﻴِﻴﻦِ ﻓِﻲ ﺍﻟﺼَّﻮْﻡِ ﺍﻟﺮَّﺍﺗِﺐِ ﻛَﻌَﺮَﻓَﺔَ ﻭَﻋَﺎﺷُﻮﺭَﺍﺀَ ﻭَﺃَﻳَّﺎﻡِ ﺍﻟْﺒِﻴﺾِ ﻭَﺳِﺘَّﺔٍ ﻣِﻦْ ﺷَﻮَّﺍﻝٍ ﻛَﺮَﻭَﺍﺗِﺐِ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ ﺃُﺟِﻴﺐُ ﺑِﺄَﻥَّ ﺍﻟﺼَّﻮْﻡَ ﻓِﻲ
ﺍﻟْﺄَﻳَّﺎﻡِ ﺍﻟْﻤَﺬْﻛُﻮﺭَﺓِ ﻣُﻨْﺼَﺮِﻑٌ ﺇﻟَﻴْﻬَﺎ ﺑَﻞْ ﻟَﻮْ ﻧَﻮَﻯ ﺑِﻪِ ﻏَﻴْﺮَﻫَﺎ ﺣَﺼَﻞَ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﻛَﺘَﺤِﻴَّﺔِ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ؛ ﻟِﺄَﻥَّ ﺍﻟْﻤَﻘْﺼُﻮﺩَ ﻭُﺟُﻮﺩُ ﺻَﻮْﻡٍ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺍ ﻫـ ﺯَﺍﺩَ ﺷَﻴْﺨُﻨَﺎ ﻭَﺑِﻬَﺬَﺍ ﻓَﺎﺭَﻗَﺖْ ﺭَﻭَﺍﺗِﺐَ ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕِ ﺍ ﻩ

Artinya, “Perkataan ‘Tetapi mencari…’ merupakan ungkapan yang digunakan di Mughni, Nihayah, danAsna. Bila ditanya, Imam An-Nawawi berkata di Al-Majmu‘, ‘Ini yang disebutkan secara mutlak oleh ulama Syafi’iyyah.

Semestinya disyaratkan ta’yin (penyebutan nama puasa diniat) dalam puasa rawatib
seperti puasa ‘Arafah, puasa Asyura, puasa bidh (13,14, 15 setiap bulan Hijriyah), dan puasa enam hari Syawwal seperti ta’yin dalam shalat rawatib’.

Jawabnya, puasa pada hari-hari tersebut sudah diatur berdasarkan waktunya.

Tetapi kalau seseorang berniat puasa lain di waktu-waktu tersebut, maka ia telah mendapat keutamaan sunah puasa rawatib tersebut.

Hal ini serupa dengan sembahyang tahiyyatul masjid. Karena tujuan dari perintah puasa rawatib itu adalah pelaksanaan puasanya itu sendiri terlepas apapun niat puasanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved