Kecelakaan Maut Truk Angkut Pemudik Tabrakan, 23 Orang Tewas
Kecelakaan itu terjadi karena truk yang ditumpangi para migran menabrak truk yang diparkir di jalan raya.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kecelakaan maut truk tabrak truk hingga menewaskan 23 orang yang hendak mudik atau pulang kampung karena karantina corona.
Sebuah truk yang mengangkut puluhan pekerja menabrak truk yang diparkir di pinggir jalan hingga terguling.
Puluhan pekerja yang menumpang truk untuk pulang kampung tersebut akhirnya celaka.
Sebanyak 23 pekerja migran yang bepergian dengan truk dalam perjalanan pulang tewas dalam kecelakaan maut di India Utara.
Insiden ini menambah daftar panjang pekerjan migran di India yang tewas karena kecelakaan saat pulang bekerja dari kota.
• Fakta Oreo Supreme, Dijual Rp 500 Ribu di Indonesia hingga Ada yang Menawar Rp 1,4 Miliar
• Sedang Memarut Kelapa, Menantu Dihabisi Mertua Gara-gara Sering Memaki
• Video Mayat Melambai saat Pemakaman, Benarkah Kejadian di Manado?
• Truk Fuso Seruduk SPBU di Jalinsum Bakauheni, 8 Kendaraan Remuk

Beberapa tragedi semacam ini beberapa kali terjadi di tengah penguncian nasional India yang ketat.
Dikutip dari Al Jazeera, setidaknya ada 35 penumpang truk lainnya yang luka-luka.
Kecelakaan itu terjadi karena truk yang ditumpangi para migran menabrak truk yang diparkir di jalan raya.
Adapun insiden ini terjadi di dekat sebuah restoran pinggir jalan di distrik Auraiya, negara bagian Uttar Pradesh.
Para pekerja mayoritas berasal dari negara bagian Bihar, Jharkhand, dan Benggala Barat.
Penduduk desa setempat jadi yang pertama mencapai lokasi dan membantu para korban.
"Yang terluka telah dilarikan ke rumah sakit di mana kondisi beberapa orang kabarnya kritis," kata Singh sebagaimana dilaporkan Reuters.
Sebelumnya, puluhan ribu pekerja di India berjalan pulang dari kota-kota besar setelah kehilangan pekerjaan dalam beberapa pekan terakhir karena lockdown.
India mengunci 1,3 miliar warganya selama hampir tujuh minggu dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.
Sayangnya, langkah pemerintah ini justru memicu krisis kemanusiaan lain bagi ratusan juta orang India yang bergantung pada upah harian untuk bertahan hidup.