Berita Nasional

Tenaga Medis Terpapar Covid-19 Diusulkan Jadi PNS Tanpa Tes

Helmi mengusulkan agar tenaga medis yang berstatus pegawai tidak tetap (PTT), namun terpapar Covid-19, dapat diangkat tanpa tes menjadi PNS

Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi. Tenaga Medis Terpapar Covid-19 Diusulkan Jadi PNS Tanpa Tes. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BENGKULU - Para tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 atau virus corona di Indonesia, namun terpapar Covid-19, diusulkan agar diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Usulan tersebut disampaikan Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan.

Menurut Helmi Hasan, para tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 atau virus corona di Indonesia, perlu mendapatkan penghargaan setimpal.

Helmi mengusulkan agar tenaga medis yang berstatus pegawai tidak tetap (PTT), namun terpapar Covid-19, dapat diangkat tanpa tes menjadi PNS.

Menurut Helmi, usulan tersebut dia sampaikan kepada pemerintah pusat.

Lihat Lautan Manusia di Pasar Anyar Bogor, Wali Kota Bogor Bereaksi: Lebaran Tahun Ini Prihatin

Gubernur DKI Anies Baswedan: Jangan Ada Mudik Lokal, Virus Tidak Kenal Lebaran atau Tidak

Alasan Pemuda Bully Anak Penjual Jajanan di Lapangan hingga Video Viral

Istri dan Selingkuhannya Masih Saudara, Bripka HE Menyesal Tembak Keduanya

"Sebagai bentuk penghargaan, kepedulian terhadap tenaga medis, kesehatan paramedis, Pemkot Bengkulu mengusulkan ke pemerintah pusat agar mereka yang berstatus sebagai PTT untuk menjadi PNS tanpa tes," kata Helmi Hasan dalam keterangan pers, Sabtu (16/5/2020).

Menurut Helmi, usulan itu layak dikabulkan sebagai bentuk apresiasi terhadap tenaga kesehatan yang berjuang mempertaruhkan hidup untuk menolong masyarakat.

“Saya sangat prihatin kepada tenaga kesehatan, medis dan paramedis yang telah berjuang siang dan malam mempertaruhkan hidupnya untuk warga Kota Bengkulu agar terhindar dari wabah Covid-19."

"Untuk itu, saya sangat menghargai jasa-jasanya dan akan mengusulkan mereka menjadi PNS tanpa tes,” kata Helmi.

China kembali lockdown

Sementara dari luar negeri, setelah beberapa waktu lalu tidak ada pertumbuhan kasus, klaster baru virus corona justru ditemukan di timur laut China.

Klaster baru ini tepatnya di Provinsi Jilin, China.

Akibatnya, kini 1.205 desa harus di- lockdown.

Awalnya kasus baru virus corona di Jilin hanya sedikit, yang dikaitkan dengan kembalinya warga China dari perbatasan Rusia.

Kasus-kasus baru ini sebagian besar berpusat di kota Shulan, dan langsung menerapkan lockdown di kota berpenduduk 600.000 jiwa itu akhir pekan lalu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved