Tribun Bandar Lampung

Imbas Corona, Jasa Penukaran Uang Baru di Bandar Lampung Lesu

Imbas penyebaran virus corona berdampak terhadap semua sektor, termasuk jasa penukaran uang baru yang biasanya naik daun

Penulis: joeviter muhammad | Editor: soni
Tribun Lampung/Deni Saputra
Penyedia jasa tukar uang akui penukaran uang baru jelang Lebaran tahun ini mengalami penurunan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Imbas penyebaran virus corona berdampak terhadap semua sektor, termasuk jasa penukaran uang baru yang biasanya naik daun setiap jelang hari raya Lebaran.

Geliat penukaran uang baru tak seperti tahun tahun sebelumnya, penyedia jasa ini terpaksa gigit jari lantaran keuntungan yang diinginkan tak sesuai harapan.

Salah satu penyedia jasa penukaran uang baru di Jalan Raden Intan, Wahyu (40) menyebut lesunya penukaran uang tahun ini karena dampak corona.

"Iya turun (drastis), biasanya dua minggu sebelum lebaran udah rame orang tukar uang," ujar Wahyu, Selasa (19/5/2020).

Lokasi Bank di Lampung yang Menyediakan Loket Layanan Penukaran Uang

Menurutnya untuk kondisi saat ini, dalam satu hari hanya berkisar 2 - 3 orang yang melakukan penukaran uang. Itupun diakui Wahyu dengan jumlah penukaran relatif kecil.

Uang pecahan dari Rp 2 ribu - Rp 20 ribu biasanya ditukar mencapai Rp 1 juta per orangnya. Namun kini, kata Wahyu, paling besar nominal tukar uang hanya sampai Rp 500 ribu.

Keuntungan yang didapat pria yang menggelar lapak penukaran uang di depan Ramayana ini hanya mengambil untung Rp 5 ribu - Rp 10 ribu per transaksi. "Kadang seharian dari pagi sampe sore gak ada yang tukar uang," katanya.

Ia menambahkan, jika dibandingkan tahun lalu penyedia jasa juga menurun. Kerena sebagian rekan Wahyu sudah menghawatirkan dampak corona berakibat lesunya penukaran uang.

"Kalau saya hampir tiap tahun buka penukaran uang. Walaupun sepi lumayan lah buat tambahan lebaran," katanya.

BI Lampung Siapkan Rp 4,36 Triliun untuk Ramadan 2020, Simak Lokasi Penukaran Uang di Lampung

Hal serupa juga dialami penyedia jasa penukaran uang baru lainnya. Prianto (37) mengatakan larangan mudik berdampak minimnya penukaran uang.

"Biasanya mereka tukar uang buat THR ponakan di kampung. Sekarang banyak gak bisa pulang jadi tradisi bagi bagi duit sepertinya ga ada," kata Prianto.

Pria yang menjajakan penukaran uang keliling di Pasar Bambu Kuning ini sudah lama menjalani profesi musiman.

Dirinya pun sudah memperkirakan jika transaksi penukaran uang tahun ini tak sebanyak tahun sebelumnya.

Oleh karena itu, Prianto juga mengurangi ketersediaan uang baru tersebut. "Ya karena corona ini, tapi setiap hari masih ada yang tukar uang," tutupnya. (Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved