Ramadan 2020
Olla Ramlan Tanya Ustaz Abdul Somad Soal Hubungan Suami Istri di Malam Terakhir Ramadan
Olla Ramlan bertanya ke Ustaz Abdul Somad mengenai hubungan suami istri yang dilakukan di 10 malam terakhir Ramadan.
Penulis: Wakos Reza Gautama | Editor: wakos reza gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Artis Olla Ramlan melontarkan pertanyaan ke Ustaz Abdul Somad mengenai 10 malam terakhir Ramadan.
Pertanyaan ini Olla Ramlan lontarkan saat acara tausiyah Ustaz Abdul Somad bersama para artis di channel YouTube Ustadz Abdul Somad Official dengan judul "Hijrah Fest From Home | " Menjemput Lailatul Qadar " | Live - Pekanbaru, Riau" tayang 17 Mei 2020.
Dalam tayangan tersebut, Olla Ramlan bertanya mengenai hubungan suami istri yang dilakukan di 10 malam terakhir Ramadan.
"Malu sebenarnya gapapa harus nanya," ujar Olla Ramlan.
"Kalau misalnya di malam terakhir (ramadan) ini berhubungan suami istri gimana ustaz, masih boleh ga? Atau lebih baik seperti apa?" tanya Olla Ramlan.
• Tata Cara Salat Idul Fitri Sendiri di Rumah serta Bacaan Niat Salat Ied 2020 oleh Ustaz Abdul Somad
• Ustaz Abdul Somad Bicara Hukum Iktikaf di Rumah pada 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan
• Ustaz Abdul Somad Berduka Guru Haditsnya di Universitas Islam Oumdurman Sudan Tutup Usia
• Mantan Istri Ustaz Abdul Somad Melakoni Profesi Jualan Rendang Seusai Bercerai
Pertanyaan Olla Ramlan membuat beberapa rekan artis tersenyum.
Ustaz Abdul Somad memberi jawabannya.
Ustaz Abdul Somad mengutip ayat dalam Alquran.
Disebutkan dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 187.
أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ ۖ فَٱلْـَٰٔنَ بَٰشِرُوهُنَّ وَٱبْتَغُوا۟ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Artinya:
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
Menurut Ustaz Abdul Somad puasa di zaman dulu berat dimana berhubungan suami istri tidak diperbolehkan.
"Ketika datang agama Islam, dibolehkan (hubungan suami istri saat puasa)," ujar Ustaz Abdul Somad.
Jika tidak mandi junub usai berhubungan badan, Ustaz Abdul Somad mengatakan cukup berwudu setelah itu baru tidur.
Sebelum tidur, menurut Ustaz Abdul Somad diperbolehkan berzikir atau bersalawat.
Karena, lanjutnya, yang tidak diperbolehkan dalam kondisi hadas besar adalah membaca Alquran.
(Tribunlampung.co.id)