Lebaran 2020
Panduan Salat Idul Fitri di Rumah dari MUI Lampung
Berikut panduan salat Idul Fitri di rumah, seperti yang disampaikan Sekretaris MUI Lampung KH Basyaruddin Maisir.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Daniel Tri Hardanto
Rakaat salat Idul Fitri berjumlah 2 rakaat dan dilaksanakan sebelum khotbah.
Berbeda dengan salat Jumat dimana khotbah dahulu baru salat.
Di dalam salat Idul Fitri tidak ada azan dan ikamah.
Bacaan niat berbarengan dengan takbiratul ihram.
Bacaan niatnya 'Ushallii sunnatan lii'idil fitri rak'ataini (imaaman/akmuuman/ada'an) lillah ta'ala (Aku berniat salat sunah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam/jika sendiri) karena Allah Ta'ala).
Rakaat pertama setelah membaca iftitah (sebelum membaca Al-Fatihah dan surah) sunah membaca takbir 7 kali.
Rakaat kedua (sebelum membaca Al-Fatihah dan surah), sunah membaca takbir 5 kali.
Surat yang dibaca setelah Al-Fatihah pada rakaat pertama adalah surat Qof, sedangkan pada rakaat kedua adalah surat Iqtarobat.
Atau pada rakaat pertama surat Al-Qomar dan rakaat kedua surat Al-A'la.
Jika surat yang panjang seperti di atas tidak hafal, boleh surat apa saja yang hafal baik pada rakaat pertama maupun rakaat kedua.
Di antara setiap bacaan takbir disunahkan berhenti sejenak untuk memberi jeda di antara masing-masing takbir.
Kemudian diiringi dengan bacaan tasbih, tahmid, dan tahlil.
Bacaan yang paling dianjurkan adalah: Subhanallah, alhamdulillah, walailahailallahuwallahuakbar.
Setelah salat Id selesai disunahkan khotbah dua kali.
Ketika khotbah pertama sunah membaca takbir sebanyak 9 kali. Sedangkan saat khotbah kedua sunah membaca takbir sebanyak 7 kali.