Tribun Lampung Timur
Anak Bunuh Ibu Kandung di Lampung, Pelaku Lalu Diobservasi 14 Hari
Kasus seorang anak bunuh ibu kandung terjadi di Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, Lampung.
"Yang kami tahu, selama ini ibunya baik kok, orang rajin salat," ujar salah satu warga Sangai.
Sementara itu, Kapolsek Antang Kalang Ipda Rino mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengamanan terhadap pelaku Firman.
Pelaku langsung dibawa ke Mapolresta Kotim untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa serupa di Sragen
Sebelumnya, peristiwa anak bunuh ibu kandung juga pernah terjadi di Kabupaten Sragen pada Rabu (1/1/2020) malam.
Pihak keluarga yang ada di lokasi tak kuasa menolong korban.
Mereka hanya bisa menonton kejadian tersebut.
Korban bernama Daliyem (50).
Ia adalah warga Dukuh Barong RT 006, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.
Daliyem dibunuh anak kandungnya, Hendriyanto (36).
Hendriyanto menganiaya Daliyem hingga ibu kandungnya tersebut mengalami sejumlah luka.
Daliyem kemudian dinyatakan tewas setelah sempat dilarikan ke rumah sakit Yaksi, Gemolong, Sragen.
Berikut, fakta-fakta yang dihimpun oleh Kompas.com.
1. Pelaku gangguan jiwa
Hendriyanto merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Daliyem dan Sadiyo (60).
Pjs Kasubbag Humas Polres Sragen, AKP Suharno mengatakan, pada kasus anak bunuh ibu kandung tersebut, pelaku Hendriyanto memiliki riwayat gangguan jiwa.
Hendriyanto pernah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Surakarta.
Dugaan sementara, penyakit Hendriyanto sedang kambuh, saat menganiaya ibunya.
Dari sejumlah barang bukti, polisi juga menyita dokumen surat keterangan berobat dan hasil periksa dari RSJD Surakarta.
2. Disaksikan keluarga
Penganiayaan yang dilakukan Hendriyanto terhadap ibunya disaksikan oleh anggota keluarga mereka.
Hal itu diungkapkan oleh polisi.
Keluarga menonton aksi kekerasan pelaku namun tak kuasa menolong korban.
"Saat kejadian semuanya ada di rumah tapi tak kuasa menolong," katanya.
Daliyem diketahui mengalami sejumlah luka di bagian tubuhnya seusai dianiaya anak kandungnya.
3. Diduga meninggal dalam perjalanan ke RS
Setelah penganiayaan, Daliyem tergeletak dengan posisi terlentang dan bersimbah darah.
Dalam kondisi tak sadarkan diri, Daliyem dibawa ke RS Yaksi Gemolong, Sragen.
"Korban yang sudah keadaan tak sadar dibawa ke rumah sakit RS Yaksi Gemolong Sragen," kata Pjs Kasubbag Humas Polres Sragen, AKP Suharno, Kamis (2/1/2020).
Namun sesampainya di rumah sakit, Daliyem dinyatakan meninggal dunia.
Ia diduga meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Dari hasil pemeriksaan medis dan kepolisian, Daliyem mengalami luka memar dan bengkak di wajah bagian mata kiri.
Punggung tangan kanannya juga mengalami memar.
"Setelah dilakukan pemeriksaan tim medis RS Yaksi bersama tim identifikasi Polres Sragen, korban mengalami luka memar dan bengkak di wajah bagian mata kiri, punggung telapak tangan kanan memar," terang dia.
4. Tangisan suami
Suami Daliyem, Sadiyo menangis seusai mengetahui istrinya menjadi korban penganiayaan anaknya sendiri.
Saat memasuki kamar korban, ia melihat Daliyem dalam keadaan bersimbah darah.
Ia pun berteriak dan menangis histeris.
Mendengar teriakan Sadiyo, tetangga berdatangan ke rumah tersebut.
Daliyem pun langsung dilarikan ke rumah sakit.
Namun, nyawanya tak tertolong.
Terbaru di Lampung Timur, polisi menangkap pelaku kasus anak bunuh ibu kandung. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra/Tribun Cirebon)