Puting Beliung di Bandar Lampung

Rumahnya Hancur Dihantam Puting Beliung, Habibah: Sudah Diselamatkan Apa yang Bisa Diselamatkan

Raut wajah sedih nampak dari pemilik rumah yang tengah menangisi kondisi kediamannya yang luluh lantak.

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Soma
Habibah tengah melihat rumahnya yang hancur dihantam angin puting beliung. Rumahnya Hancur Dihantam Puting Beliung, Habibah: Sudah Diselamatkan Apa yang Bisa Diselamatkan 

Bersamaan dengan itu, genting rumahnya berhamburan terbang ke atas.

"Saya baru sadar saat itu saya lihat dari dalam rumah rupanya ada angin kencang atau angin puting beliung."

Awan hitam pekat yang muncul di atas kawasan Tulangbawang sebelum angin puting beliung menghempaskan atas ratusan rumah warga, Rabu (20/5/2020) sore. Cerita Warga Detik-detik Angin Puting Beliung Menggulung Rumah di Tulangbawang, Ada Awan Hitam Pekat.
Awan hitam pekat yang muncul di atas kawasan Tulangbawang sebelum angin puting beliung menghempaskan atas ratusan rumah warga, Rabu (20/5/2020) sore. Cerita Warga Detik-detik Angin Puting Beliung Menggulung Rumah di Tulangbawang, Ada Awan Hitam Pekat. (Dokumentasi Warga)

"Semua yang ada di luar beterbangan. Genting rumah juga ikut terbang," kata Aliudin.

Di saat suara gemuruh itu datang, yang lantas menghempas semua yang ada di bawah pusaran angin, teriakan Allahu Akbar dari orang-orang pun menggema saling bersahutan.

Atap rumah milik Aliudin dan rumah warga lainnya pun berhamburan ke atas.

Berputar menggulung-gulung.

"Orang-orang pada teriak, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Semua ketakutan," kata Aliudin.

Cerita sama juga diungkapkan Heri, warga kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung.

Menurut Heri, pusaran angin puting beliung yang menghembus pepohonan dan bangunan itu terjadi dengan cepat.

Sebelum angin puting beliung menerjang rumah warga, awalnya dia melihat awan hitam pekat menyelimuti langit di atas Pasar Unit 2.

Awan yang berbentuk badai itu juga terlihat dari Lapangan Pasar Unit 2 serta daerah sekitar Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya.

"Nggak lama, kemudian terdengar suara petir dan hujan deras. Beberapa saat kemudian, ada suara gemuruh angin cukup kuat," kata Heri.

Di saat bersamaan gumpalan awan mulai bergerak menggulung di atas rumah warga.

"Saat itulah ada suara-suara berisik di atas atap rumah dan teriakan masyarakat."

"Genting pada berhamburan ke atas," tandas Heri.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved