Tribun Lampung Selatan

Skenario New Normal, ASDP Ikut Kebijakan PSBB Daerah

PT ASDP Indonesia Ferry (persero) menyiapkan skenario penerapan new normal untuk penyeberangan di seluruh Indonesia

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: soni
Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo
Ilustrasi - Suasana loket pembelian tiket di dermaga eksekutif Pelabuhan Bakauheni. PT ASDP Siapkan Mekanisme Refund Tiket Bagi Pemesan yang Terlanjur Beli Secara Online. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - PT ASDP Indonesia Ferry (persero) menyiapkan skenario penerapan new normal untuk penyeberangan di seluruh Indonesia, termasuk di lintasan pelabuhan Bakauheni-Merak.

Penerapan kondisi new normal untuk pelabuhan penyeberangan ini akan mengikuti kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di masing-masing daerah.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (persero) Ira Puspadewi mengatakan, guna mendukung arahan Kementerian BUMN terkait antisipasi skenario new normal di lingkungan BUMN, ASDP telah membentuk task force kesiapsiagaan, antisipasi dan penanganan dampak penularan covid-19.

PT ASDP Indonesia Ferry Siapkan Protokol Kesehatan Ketat Dukung Penerapan New Normal

Task force ini berperan aktif dalam menyusun protokol di lingkungan ASDP dengan memperhatikan berbagai unsur, baik pada aspek sumberdaya manusia, cara kerja operasional perusahaan baik pada proses maupun teknologi, serta dampak bagi pelanggan/mitra dan keberlangsungan usaha.

"Konsep The New Normal ASDP ini, kami targetkan layanan penyeberangan dapat berjalan normal, lancar, aman dan nyaman, serta mendukung kesadaran penuh seluruh stake holder. Terutama pengguna jasa akan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19," kata Ira dalam siaran pers yang diterima Tribun Lampung, Kamis (4/6).

Menurut dirinya, ada tiga hal utama dalam protokol yang menjadi perhatian. Kewajiban menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, rajin cuci dengan sabun/handsanitizer tangan serta memastikan social disctancing dengan jarak 1,5 meter hingga 2 meter.

ASDP sejak awal adanya pandemi covid-19 terus menerapkan protokol preventif di seluruh pelabuhan penyeberangan dan kapal ferry dilingkungan perusahaan.

Mulai dari penyemprotan disinfektan, pemeriksaan suhu tubuh, pengaturan physical distancing serta kewajiban menggunakan masker bagi pengguna jasa dan juga karyawan. Bahkan untuk penumpang di kapal dibatasi 50 persen dari kapasitas.

"Sejak awal pandemi covid-19, fokus utama kita adalah kesehatan dan keselamatan masyarakat (pengguna jasa) dan karyawan atau people first," ujar Ira Puspadewi.(ded)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved