Burhanuddin Muhtadi Sebut Elektabilitas Anies Baswedan Turun Gara-gara Covid-19
"Kepala daerah dengan populasi pemilih besar yang pintar mengambil momentum lah yang dapat insentif elektoralnya karena mereka lebih sering tampil di
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID- Meski pemilihan Presiden masih akan berlangsung sekitar 4 tahun lagi namun lembaga survei sudah melakukan jajak pendapat untuk mengukur elekatabilitas.
Salahsatu lembaga survei Indikator baru-baru ini merilis hasil survei elektabilitas calon presiden.
Dari hasil survei yang dilakukan Indikator, dua dari empat kepala daerah yang masuk dalam daftar survei elektabilitas calon presiden, elektabilitas mereka meningkat. Keduanya yaitu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
"(Elektabilitas Gubernur Jawa Timur) Khofifah turun, (dan Gubernur DKI Jakarta) Anies juga turun. Yang naik dua nama itu," kata dia.
Survei tersebut dilaksanakan pada periode 16-18 Mei lalu dan menyasar 1.200 responden dengan metode kontak telepon.

• Hasil Survei Indikator Elektabilitas Prabowo Terjun Bebas, Muhaimin Iskandar Jadi Nol Persen
• Sempat Terhenti Akibat Pandemi, Demokrat Lampung Lanjutkan Proses Survei Balonkada
• PAN Survei Balon Wali Kota, Rekomendasi Diprediksi Turun April 2020
Margin of eror survei ini kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Ganjar menempati posisi kedua setelah Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dengan elektabilitas 11,8 persen. Elektabilitas tersebut naik 2,7 persen bila dibandingkan survei pada Februari 2020.
Sementara itu, kenaikan signifikan dirasakan oleh Ridwan Kamil sebesar 3,9 persen, yaitu dari 3,8 persen menjadi 7,7 persen.
Meski demikian, elektabilitas pria yang akrab disapa Emil itu masih di bawah Anies. Anies yang menduduki posisi tiga teratas, memperoleh elektabilitas 10,4 persen atau turun 1,7 persen.
Meski kalah dari Ganjar, faktanya elektabilitas Gubernur Jawa Tengah saat ini masih di bawah elektabilitas Anies pada Februari lalu yang mencapai 12,1 persen.
Sementara itu, elektabilitas Khofifah terkoreksi 1,4 persen, yaitu dari 5,7 persen menjadi 4,3 persen.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan, visibiltas tokoh dalam penanganan Covid-19 menjadi faktor berpengaruh terhadap elektabilitas mereka.
Oleh karena itu lah sejumlah tokoh politik nasional yang sebelumnya memiliki elektabilitas tinggi, kini justru tergerus.
Salah satunya yaitu Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto.
"Kepala daerah dengan populasi pemilih besar yang pintar mengambil momentum lah yang dapat insentif elektoralnya karena mereka lebih sering tampil di media. Padahal, satu-satunya isu yang membetot perhatian publik adalah Covid," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (9/6/2020).