Berita Nasional

Dituntut Penjara Seumur Hidup, Zuraida Hanum: Saya Sangat Menyesal

Seperti diketahui Zuraida Hanum dituntut penjara seumur hidup karena dinilai sadis dan tega membunuh suami.

Editor: taryono
(Tribun Medan / Victory)
Zuraida Hanum dan Hakim Jamaluddin 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Otak pembunuhan Hakim Jamaluddin yang tak lain adalah istrinya sendiri Zuraida kembali duduk di kursi pesakitan.

Seperti diketahui Zuraida Hanum dituntut penjara seumur hidup karena dinilai sadis dan tega membunuh suami.

Bahkan lebih gilanya lagi, Zuraida sampai berhubungan intim dengan sang eksekutor Hakim Jamaluddin

Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai oleh Erintuah Damanik.

Tega Bunuh Suami Sendiri, Zuraida Hanum Dituntut Penjara Seumur Hidup 

Sopir dan Mobil Truk yang Angkut Daging Celeng Diserahkan Ke Balai Karantina Pertanian

Sopir Truk yang Ditangkap Bawa Daging Celeng Terima Upah Rp 2 Juta Sekali Jalan

Nota pembelaan dibacakan oleh Penasihat hukumnya, Yuyun Teja.

Terdakwa Zuraida Hanum hanya meratapi dan menyimak pledoi yang penasihat hukumnya itu. Sesekali ia terlihat menangis dan mengusap airmatanya.

Dalam isi nota pembelaannya, Zuraida Hanum menulis bahwa dirinya sangat menyesal akan perlakuannya tersebut.

"Saya sangat menyesal karena perbuatan ini, namun apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, saya memohon agar kedepan saya bisa menjadi orang yang lebih baik," ujar penasihat hukum, membacakan nota pembelaan kliennya Zuraida Hanum di ruang Cakra VIII, PN Medan.

Terdakwa Zuraida Hanum mengikuti persidangan melalui sidang teleconfrence yang terhubung ke rutan perempuan medan.

Kemudian, dijelaskan dalam nota pembelaannya itu, ia memohon ampun kepada keluarga, anak korban karena telah menghabisi korban.

"Saya memohon ampun kepada anak dan keluarga mendiang, dan meminta ampun kepada yang maha kuasa," baca Yuyun

Selain itu, Zuraida Hanum juga memohon ampunan dari Majelis Hakim yang bukan lain adalah rekan kerja dari korban.

"Saya memohon kepada yang mulia, agar menghukum saya dengan seringan-ringannya. Atas kesalahan yang saya lakukan, dan kesilapan yang saya lakukan," baca penasihat hukumnya.

Disebutkannya, dalam surat yang ditulisnya itu, ia memohon agar majelis hakim dapat menimbang karena dirinya masih memiliki anak yang kecil.

"Saya hanya manusia yang lemah, kasihanilah saya, anak saya masih kecil, masih membutuhkan kasih sayang ibu, dan dia sangat merindukan saya," Isi tulisannya.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved