Mantan Kepala BGN Ditangkap

Eks Waka BGN Blak-blakan, Ada Tokoh Besar Diduga Terlibat Korupsi MBG

Eks Waka BGN Sony Sonjaya siap jadi JC! Lewat pengacara, ia sebut ada tokoh besar di balik korupsi MBG, dengan total 26 orang lebih diduga terlibat.

Tayang:
TRIBUNNEWS/Jeprima
SIAP BONGKAR - Foto kolase, 3 petinggi BGN, Dadan Handiyana (tengah), Lodewyk Pusung (kiri), dan Sony Sonjaya (kanan), saat digiring ke mobil tahanan seusai keluar dari ruang pemeriksaan di kantor Kejagung, Rabu (3/6/2026). Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, mulai 'bernyanyi' dari balik jeruji besi dan siap membongkar keterlibatan puluhan orang lainnya, termasuk sejumlah tokoh besar yang diduga ikut menikmati aliran dana haram tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya mengaku siap membongkar keterlibatan puluhan orang dalam kasus dugaan korupsi MBG.
  • Kuasa hukum menyebut ada lebih dari 30 nama yang diduga terkait dan datanya tersimpan di ponsel yang disita penyidik.
  • Sony mengajukan diri sebagai justice collaborator. Dugaan korupsi berkaitan dengan jual-beli titik atau izin dapur SPPG.
  • Kejagung didesak memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat.

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) tampaknya bakal menyeret banyak nama baru dari panggung elit negeri ini.

Baca juga: Nanik Akhirnya Muncul Usai Jadi Kepala BGN, Langsung Ubah Target Penerima MBG

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, mulai 'bernyanyi' dari balik jeruji besi dan siap membongkar keterlibatan puluhan orang lainnya, termasuk sejumlah tokoh besar yang diduga ikut menikmati aliran dana haram tersebut.

Melalui kuasa hukumnya, Elza Syarief, kubu Sony blak-blakan menyebut bahwa ada lebih dari 30 orang yang sebenarnya masuk dalam pusaran kasus ini.

Nyanyian ini dipastikan bakal membuat konstelasi penanganan kasus di Kejaksaan Agung (Kejagung) kian memanas, menyusul penahanan Dadan Hindayana dan Lodewyk Pusung sebelumnya.

Elza menuturkan, daftar hitam itu dibongkar langsung oleh kliennya. Bahkan, seluruh jejak digital berupa nama, ruang percakapan, hingga persekongkolan jahat tersebut tersimpan rapi di dalam ponsel milik Sony yang kini sudah disita oleh tim penyidik korps adhiyaksa.

"(Orang yang terlibat) 26 nama dan lain-lain jadi lebih. Tapi lebih karena untuk mengetahui semua, perlu ada datanya di handphone di mana handphone itu disita oleh penyidik," ungkap Elza seperti dikutip dari tayangan YouTube tvOne, Sabtu (6/6/2026), dilansir Tribunnews.com.

Meski memastikan nama-nama yang terseret adalah sosok berpengaruh alias tokoh besar di lingkaran kekuasaan, Elza masih memilih menutup rapat identitas asli mereka. Ia berjanji seluruh nama tersebut akan dituangkan secara gamblang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) mendalam.

Kubu Sony pun mendesak agar Kejagung segera memanggil nama-nama yang ada di dalam ponsel tersebut. Dari sana, nantinya akan terungkap terang benderang koordinat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mana saja yang diperjualbelikan, sekaligus siapa saja dalang dan makelar yang bermain di belakangnya.

Elza sendiri tidak menampik bahwa kliennya merupakan pejabat yang memegang otoritas penuh untuk mengawasi dan memegang akses masuk ke sistem pengajuan pembangunan dapur SPPG.

Namun, karena animo pendaftaran dari masyarakat dan pengusaha sangat membeludak, situs resmi pendaftaran tersebut terpaksa ditutup sementara.

"Sehingga, siapa yang menginginkan itu (kuota SPPG), masuk dalam proses itu dan animonya kan banyak dan sangat berlebihan, akhirnya ditutuplah itu," jelas Elza menceritakan pelik pelacakan sistem di internal BGN.

Setelah situs resmi digembok, akun pribadi milik Dadan dan Sony kemudian dibuka demi mengakomodasi sisa permintaan. Kendala baru pun muncul.

Selain banyak peminat yang berguguran karena tidak kuat modal, mengingat biaya membangun satu dapur sehat mencapai Rp1,5 hingga Rp2 miliar, ada desakan kuat dari Presiden Prabowo Subianto yang meminta proyek ini dikebut secepat mungkin.

Di tengah situasi serbacepat itulah, Sony akhirnya mengambil jalan pintas dengan menunjuk langsung pihak-pihak yang dianggap punya modal kuat untuk membangun SPPG.

Sialnya, kepercayaan itu justru disalahgunakan. Pihak yang ditunjuk tersebut diduga ogah mendirikan dapur, melainkan malah memperjualbelikan kuota izin operasionalnya kepada pihak ketiga demi meraup untung pribadi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved