Kapal Tenggelam di Selat Sunda
Kapal Dihantam Badai di Selat Sunda, 6 Nelayan Diselamatkan Kapal Pesiar AS
Setelah dihantam badai dan kapal nyaris karam, 10 nelayan berenang menggunakan pelampung menuju Pulau Rakata untuk menyelamatkan diri.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Sebanyak tujuh nelayan masih dalam pencarian tim Basarnas, termasuk tim SAR Lampung, setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik dihantam ombak besar di perairan Selat Sunda, tak jauh dari Gunung Anak Krakatau.
KM Puspita Jaya yang berisi 16 nelayan sebelumnya dilaporkan tenggelam, Kamis (18/6/2020) sekitar pukul 17.30 WIB.
Nelayan asal Pandeglang, Banten itu berencana mencari ikan di sekitar Pulau Rakata.
Setelah dihantam badai dan kapal nyaris karam, 10 nelayan berenang menggunakan pelampung menuju Pulau Rakata untuk menyelamatkan diri.
Sedangkan enam lainnya memilih bertahan di bangkai kapal yang belum tenggelam.
• Basarnas Lampung Bantu Cari 10 Korban Kapal Tenggelam di Perairan Selat Sunda
• Pencarian 10 Korban Kapal Tenggelam di Selat Sunda Belum Menunjukkan Tanda-tanda Ditemukan
• 2 Korban Tewas, Berikut Kronologi Anggota Kodim dan Keluarganya Kecelakaan Maut di Tol Lampung
• Bocah 14 Tahun Tewas dalam Kecelakaan Maut di Tol Lampung
Enam nelayan yang bertahan di bangkai kapal diselamatkan oleh kapal pesiar Eurodam, Jumat (19/6/2020) sekitar pukul 17.00 WIB.
Sedangkan dari 10 nelayan yang berenang ke Pulau Rakata, tiga ditemukan selamat oleh tim Basarnas, Sabtu (20/6/2020).
Koordinator SAR Pelabuhan Merak-Bakauheni, Radmiadi, yang dihubungi Tribunlampung.co.id, Sabtu malam, mengungkapkan, tiga nelayan yang sebelumnya dinyatakan hilang bersama tujuh lainnya ditemukan dalam keadaan selamat.
"Tim SAR masih mencari tujuh penumpang lainnya. Kita juga mendatangkan kapal yang lebih besar untuk memudahkan pencarian," ujarnya.
Radmiadi mengungkapkan, KM Jaya Puspita berangkat menuju Pulau Rakata dengan merujuk informasi Badan SAR Nasional (Basarnas) Banten.
Mereka menebar jaring di sekitar Pulau Rakata sekitar pukul 12.00 WIB.
Pada Kamis sore, kapal beserta 16 penumpang hendak kembali ke Banten.
Namun, di tengah perjalanan, ombak cukup tinggi menghantam kapal tersebut sekitar pukul 17.30 WIB.
"Saat kejadian kapal terbalik, ombak sekitar 2 sampai 3 meter. Ke-16 penumpang sempat berenang menuju Pulau Rakata untuk menyelamatkan diri," bebernya.
Namun, enam orang tidak kuat dan kembali lagi ke kapal.