Lampung Penyumbang 20 Persen Lumbung Peternakan Nasional
Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan Lampung sebagai lumbung ternak nasional.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan Lampung sebagai lumbung ternak nasional.
Keberhasilan Lampung sebagai lumbung ternak nasional tak lepas dari tangan dingin dari Gubernur Arinal yang selalu mengawal kebijakan peternakan.
Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kadis Peternakan dan Keswan Lili Mawarti saat dihubungi Tribunlampung.co.id, Jumat (19/6/2020).
Sampai saat ini Lampung penyumbang 20 persen lumbung peternakan nasional.
"Kita ketahui bahwa kondisi peternakan di Lampung bagus, bahkan seperti telur saja kita memang surplus," katanya
Memang ada 3 komoditas ternak yang menjadi unggulan Provinsi Lampung dan memang komoditas tersebut surplus.
• Menteri Pertanian Sebut Lampung Percontohan Pertanian, Gubernur Arinal: Jadi Lokomotif
• Kisah Penolong Kucing di Bandar Lampung, Imah Lawan Alergi, Dhita Selamatkan 3 Kucing di Tepi Jurang
• 62 Personel Polisi Kawal Verifikasi Faktual PPDB untuk 17 SMAN se-Bandar Lampung
Jadi 3 komoditi hewani yang surplus tersebut berdasarkan data Juni sampai Agustus mendatang bahwa untuk ketersediaan daging sapi 4.344 ton.
Kemudian untuk kebutuhan masyarakat mencapai 256 ton, artinya ada surplus sapi mencapai 4.088 ton.
Ketersediaan daging ayam 6.748 ton, kebutuhan 6.210 ton dan surplus 538 ton.
Ketersediaan telur 21.666 ton, kebutuhan 18.698 ton, dan surplus 2.968 ton.
Dengan indikatornya surplus bahwa ternak sapi memang terbanyak diwilayah Sumatera. Capaian itu merupakan program Sikomandan.
Pada inseminasi Buatan (IB) sapi itu mencapai 93 persen, dimana target 147.1880 sapi, tapi saat ini capaian sebanyak 137.955.
Kebuntingan sapi sampai saat mencapai 102 persen terealisasinya, kalau targetnya 85.160 tapi yang terealisasi 87.002 atau melampaui target.
Lalu untuk keterediaan stok daging 17.564 ton, kebutuhan 1.035 ton, surplus 16.529 ton.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/arinal-tinjau-peternakan-kambing-dii-negeri-sakti-pesawaran.jpg)