Breaking News:

Virus Corona

Angka Perceraian Meningkat Selama Pandemi Covid-19, di China 300 Pasangan Hendak Bercerai

Selama pandemi virus corona atau Covid-19, kasus perceraian di China dilaporkan mengalami peningkatan.

Thinkstock via kompas.com
Ilustrasi. Angka Perceraian Meningkat Selama Pandemi Covid-19, di China 300 Pasangan Hendak Bercerai. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Selama pandemi virus corona atau Covid-19, kasus perceraian di China dilaporkan mengalami peningkatan.

Terutama, selama masa karantina ketika pandemi Covid-19, banyak pasangan di China yang mengajukan cerai terhadap pasangannya.

Sepertinya, "terjebak" hanya di rumah saja bersama pasangan meningkatkan intensitas konflik rumah tangga hingga berakibat meningkatnya angka perceraian.

Lu Shijun, manajer pencatatan pernikahan di Dazhou, Provinsi Sichuan menceritakan ada 300 pasangan yang hendak bercerai sejak 24 Februari 2020.

"Jumlah pasangan yang bercerai melonjak jika dibandingkan sebelumnya (wabah menyebar)," kata Lu seperti dilansir dari Kompas.com dan TribunBanyumas.com, Selasa (23/6/2020).

Belum diketahui apakah fenomena serupa juga akan ditemui di negara-negara lain yang juga menerapkan kebijakan masa karantina wilayah.

Panduan Bikin Kutipan Akta Perceraian, Prosedur dan Waktu Penerbitan Kutipan Akta Perceraian

 131 Calon Siswa Gagal Masuk di 17 SMAN di Bandar Lampung, Sulpakar: Pilihannya Sekolah Swasta

• Mulai 1 Juli 2020, Pemerintah Terapkan Pajak Digital 10 Persen, Termasuk PUBG Mobile dan Netflix

 Badak Lampung Siap jika Harus Pakai Pemain U-20, Imam Rizaldi: Sejak Awal Memang Sudah Ada 

Di Indonesia, masa pembatasan sosial baru berjalan selama tiga minggu belakangan.

Namun, kejadian pertengkaran antara suami istri bukan hal yang aneh jika terjadi.

Menurut psikolog keluarga dan pernikahan, Nadya Pramesrasni, perceraian setelah karantina kemungkinan terjadi.

Karena adanya emptyness syndrome atau sarang kosong yang hadir di antara pasangan.

Seharusnya, sindrom ini terjadi di usia 50-60 tahun, di mana masing-masing individu sudah pensiun dan anak-anak sudah mulai hidup mandiri.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved