Tribun Bandar Lampung
22 Warga Lampung Meninggal Dunia Akibat DBD, hingga Juni Tembus 4.985 Kasus
Sebanyak 22 warga Lampung dinyatakan meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebanyak 22 warga Lampung dinyatakan meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD).
Hal tersebut disampaikan oleh Kadiskes Lampung dr Reihana kepada awak media di Abung Pemprov Lampung, Selasa (23/6/2020).
22 warga yang meninggal dunia tersebut dari 11 kabupaten/kota se-Lampung.
"Rinciannya warga Pringsewu ada 3 orang, warga Bandar Lampung 1 orang, Lampung Tengah 6, Lampung Timur 2, Pesawaran 4, Lampung Utara 1, Lampung Selatan 1, Metro 1, Lampung Barat 1, Mesuji 1, Pesisir Barat 1," katanya.
Sedangkan ada 4 kabupaten lainnya tidak ada ditemukan kasus meninggal dunia akibat DBD.
Keempat daerah tersebut yakni Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Tanggamus dan Way Kanan.
• Kasus DBD di Bandar Lampung Tembus Hampir 700 Kasus, Kadiskes: Tertinggi Bulan Maret
• Bayi dan Ayah Ibunya Positif Covid-19, Ledakan 16 Kasus Corona Satu Keluarga di Panjang
• Jubir Covid-19 Bandar Lampung Tegaskan 16 Warga yang Positif Corona di Panjang Bukan Klaster
Sedangkan kasus akumulasi DBD se-Lampung dari awal tahun hingga 22 Juni ini sebanyak 4.985 kasus yang terdata di Diskes Lampung.
Adapun intervensi 1 rumah 1 jumantik dan membagikan abate dan PSN (pembersihan sarang nyamuk) keseluruhan daerah.
Dengan berjalannya intervensi memang ada penurunan kasus dari sebelumnya.
Sampai 22 Juni ini paling tinggi jumlah kasus dari Bandar Lampung ada 50 kasus diikuti oleh Kabupaten Tulangbawang Barat.
Lamtim, Lamsel, Tulangbawang, Lamteng, Mesuji, Pringsewu, Lambar, Metro, Pesawaran Tanggamus.
Lalu daerah lainnya nol, apakah mereka melaporkan atau tidak kepada pihaknya (Diskes Lampung).
Kalau dari awal intervensi dari awal Minggu keenam ada 454 kasus dan saat ini grafiknya menurun di Minggu ke 24.
Makanya diharapkan kepada masyarakat harus menerapkan 3M Plus.
Jika sudah menerapkan hal tersebut maka akan menekan jumlah DBD tersebut.(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)