Tribun Bandar Lampung
Warga Sukajaya Minta Pemkot Buatkan Drainase Baru untuk Mencegah Banjir
Warga Sukajaya Rajabasa Jaya mengaku sangat senang dengan pengerukan gorong-gorong yang dilakukan oleh Pemkot Bandar Lampung.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Masyarakat Sukajaya Rajabasa Jaya mengaku sangat senang dengan pengerukan gorong-gorong yang dilakukan oleh Pemkot Bandar Lampung.
Hal ini dikatakan oleh Ketua RT 03 Sukajaya Rajabasa Jaya Muin kepada Tribunlampung.co.id, Jumat (26/6/2020).
Karena dengan pengerukan tersebut akan membuat aliran drainase kembali berfungsi dengan baik.
"Sebelumnya kalau hujan di sini itu airnya pasti menggenang dan tidak lancar drainasenya," katanya.
Kemudian dirinya juga meminta kepada Wali Kota Herman HN untuk juga membuat drainase anyar.
Banyak depan rumah warga tidak ada aliran drainase.
• Pemkot Bandar Lampung Bantu Sembako ke Warga Panjang yang Jalani Isolasi Mandiri Covid-19
• Kabar Gembira, 9 Kabupaten/Kota di Lampung Sudah Bebas Covid-19
• Anak Penjual Sayur Asal Tanggamus Didiagnosa Idap Penyakit Langka, Butuh Uluran Tangan untuk Operasi
• 1 Tenaga Kesehatan di Lampura Positif Covid-19, Puskesmas Tempat Bekerja Ditutup
"Kalau bisa pemkot juga memikirkan hal ini, semua dengan harapan agar tidak ada banjir di daerah Sukajaya ini," terangnya.
Jalan yang harus ada drainasenya seperti Jalan Sri Kresna (Bayur) termasuk juga harus diaspal.
Karena di daerah Kelurahan Rajabasa Jaya tersebut selain Jalan Sri Kresna, ada juga Jalan Nawawi Gelar Dalom hingga Jalan Gemini yang rusak parah.
Sudah bertahun-tahun tidak ada perbaikan.
"Pak Wali Kota Herman HN kami minta cepat direalisasikan permintaan kami ya pak, kami bangga dengan kepemimpinan bapak ini," katanya.
"Kalau sudah hujan pasti becek seperti kubangan, kalau musimnya panas banyak debu yang berterbangan," imbuhnya.
Karena jalan yang bisa menghubungkan antara Bandar Lampung dengan Natar Lampung Selatan tersebut jangan sampai aksesnya menjadi tersendat. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)