Penyerangan Rumah Warga di Lamteng

Tetangga IRT di Lampung Tengah Takut Keluar Rumah karena Dengar Suara Orang Teriak-teriak

Sejumlah tetangga korban di Kampung Negara Bumi Ilir mendengar adanya aksi penyerangan terhadap rumah Jainah.

Penulis: syamsiralam | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam
Korban menunjukkan sejumlah bagian rumahnya yang dirusak oleh para pelaku. Tetangga IRT di Lampung Tengah Takut Keluar Rumah karena Dengar Suara Orang Teriak-teriak. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GUNUNG SUGIH - Sejumlah tetangga korban di Kampung Negara Bumi Ilir mendengar adanya aksi penyerangan terhadap rumah Jainah.

Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kecamatan Anak Tuha melapor ke Satreskrim Polres Lampung Tengah. Korban mengaku terintimidasi atas perbuatan sejumlah orang yang tiba-tiba mendatangi rumahnya di Kampung Negara Bumi Ilir, Kecamatan Anak Tuha, Minggu (28/6/2020), dan melakukan pengancaman disertai pengerusakan.

Para tetangga Jaihan pun mengaku takut untuk keluar rumah.

Menurut kesaksian sejumlah tetangga korban, ada sejumlah orang dengan mengendarai sepeda motor mendatangi rumah Jainah dan Aribun.

Setelah itu, para pelaku menurut saksi dengan cepat merangsek ke dalam rumah, dan berteriak-teriak menyebut nama suami korban, Aribun.

Menurut mereka, kejadian penyerangan rumah korban tersebut sangat cepat, para pelaku terdengar berteriak-teriak sambil terdengar suara barang-barang di dalam rumah yang pecah.

 BREAKING NEWS Sekelompok Orang Datangi Rumah IRT di Lamteng, Jainah Lapor Polisi

 BREAKING NEWS Ngaku Intel Polisi, Petani di Pringsewu Cabuli Gadis 16 Tahun, Kenal Lewat Facebook

 Gadis 16 Tahun Dicabuli 5 Kali di Indekos Kawasan Rajabasa

 Main Judi Remi, 4 Warga Pringsewu Digerebek Polisi, Terancam Hukuman 5 Tahun Bui

Selain itu, terdengar juga teriakan korban Jainah dengan tiga anaknya meminta pertolongan.

Baru setelah para pelaku pergi, warga kemudian mendekat ke rumah korban.

Tak Punya Masalah

Setelah kejadian pengerusakan rumahnya, korban lalu meminta perlindungan kepada kerabatnya yang tinggal di Kampung Negara Bumi Ilir, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah.

Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kecamatan Anak Tuha melapor ke Satreskrim Polres Lampung Tengah. Korban mengaku terintimidasi atas perbuatan sejumlah orang yang tiba-tiba mendatangi rumahnya di Kampung Negara Bumi Ilir, Kecamatan Anak Tuha, Minggu (28/6/2020), dan melakukan pengancaman disertai pengerusakan.

Kerabat Jainah yang enggan disebut namanya mengaku, selama ini keluarga Jainah dan sang suami Aribun, tidak pernah ada masalah dengan orang lain.

Untuk itu, lanjutnya, ia merasa aneh mengapa ada sejumlah orang yang menyerang rumah Jainah dan Aribun, apalagi sampai diikuti aksi brutal dan pengerusakan.

"Saya tahu kerabat saya ini tidak pernah ada masalah dengan orang lain, tapi mengapa sampai ada penyerangan dan upaya penganiayaan terhadap kerabat saya dan suaminya," kata narasumber tersebut, Selasa (30/6/2020).

Setelah berhasil meloloskan diri dari sergapan para pelaku, menurutnya, Aribun saat ini berada di Mapolsek Padang Ratu untuk meminta perlindungan diri.

Dengar Suara Tembakan

Setelah sejumlah orang memasuki rumahnya, Jainah dan dua orang anaknya mengunci diri dan bersembunyi ke dalam kamar.

Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kecamatan Anak Tuha melapor ke Satreskrim Polres Lampung Tengah. Korban mengaku terintimidasi atas perbuatan sejumlah orang yang tiba-tiba mendatangi rumahnya di Kampung Negara Bumi Ilir, Kecamatan Anak Tuha, Minggu (28/6/2020), dan melakukan pengancaman disertai pengerusakan.

Korban juga mengaku mendengar suara letusan seperti senjata api (senpi).

"Saya cuma bisa berdoa sambil memeluk anak-anak saya."

"Dari luar (kamar) mereka terdengar masih mencari-cari suami saya."

"Terdengar seperti suara tembakan sebanyak dua kali di dalam rumah," kata Jainah, saat ditemui seusai melapor ke Mapolres Lamteng, Selasa (30/6/2020).

Setelah tak mendapatkan suaminya sebagai sasaran amuk, sejumlah orang yang datang lanjutnya terdengar merusak sejumlah barang di dalam rumah korban.

Tak berapa lama setelah para pelaku pergi dari rumahnya, korban kemudian keluar kamar dan melihat sejumlah perabotan seperti lemari, meja, kursi dirusak para pelaku.

Jainah lalu meminta pertolongan kepada kerabatnya, dan Senin (29/6/2020) ia didampingi dua kerabatnya melaporkan peristiwa penyerangan dan pengerusakan rumah kepada Satreskrim Polres Lamteng dengan nomor laporan : LP/ 770-B/6/2020/Polda Lampung/Res Lamteng, tanggal 29 Juni 2020.

Rumah Diserang

Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kecamatan Anak Tuha melapor ke Satreskrim Polres Lampung Tengah.

Korban mengaku terintimidasi atas perbuatan sejumlah orang yang tiba-tiba mendatangi rumahnya di Kampung Negara Bumi Ilir, Kecamatan Anak Tuha, Minggu (28/6/2020), dan melakukan pengancaman disertai pengerusakan.

Kejadian itu menurut pelapor atas nama Jainah (33), saat ia bersama sang suami Aribun bersama tiga orang anaknya berada di dalam rumah sekira pukul 21.00 WIB.

Tiba-tiba, dari luar rumah terdengar suara teriakan.

"Tak berapa lama, kaca depan rumah saya terdengar pecah dipukul benda keras dan dilempar batu."

"Lalu saya melihat sejumlah orang masuk ke dalam rumah," kata Jainah ditemui usai melapor ke Mapolres Lamteng, Selasa (30/6/2020).

Setelah itu, tampak orang dengan jumlah lebih dari lima orang masuk ke dalam rumah membawa senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam) berteriak-teriak mencari suaminya.

"Suami saya sempat dikejar-kejar para pelaku, terdengar seperti mau dibacok, tapi Alhamdulillah bisa meloloskan diri kabur ke belakang rumah terus melompati tembok rumah," ujarnya.

Atas kejadian itu, korban mengaku ketakutan dan trauma.

Ia meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki aksi brutal penyerangan ke rumahnya secara hukum.

Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kecamatan Anak Tuha melapor ke Satreskrim Polres Lampung Tengah. Korban mengaku terintimidasi atas perbuatan sejumlah orang yang tiba-tiba mendatangi rumahnya di Kampung Negara Bumi Ilir, Kecamatan Anak Tuha, Minggu (28/6/2020), dan melakukan pengancaman disertai pengerusakan.(Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam/R Didik Budiawan C)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved