Liga 2 2020
Liga 2 Tanpa Degradasi, Ketua Asprov PSSI Lampung: Kasihan Tim Tak Ada Persiapan
Gelaran kompetisi Liga 1 2020 maupun Liga 2 2020 akan dilanjutkan pada Oktober 2020.
Penulis: Muhammad Hardiansyah Kusuma | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Gelaran kompetisi Liga 1 2020 maupun Liga 2 2020 akan dilanjutkan pada Oktober 2020.
Rencananya, gelaran lanjutan 2 kompetisi tersebut tanpa adanya sistem degradasi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Asprov PSSI Lampung Eddy Syamsu mengatakan, pada prinsipnya Liga 1 2020 dan Liga 2 2020 tetap ada degradasi dan promosi.
Akan tetapi, kata Eddy, untuk saat ini situasi luar biasa, karena adanya pandemi Covid-19.
"Suasananya juga, kalau dulu kan home and away, dan yang ini rencananya akan dipusatkan di Jawa."
"Begitu juga Liga 2 2020, sudah di bagi 4 grup nantinya itu home tournament," ungkapnya kepada Tribunlampung.co.id, Rabu (1/7/2020).
• Liga 2 Bergulir Tanpa Degradasi, Blaster Saburai: BLFC Harus Tetap Ambil Poin Maksimal
• Badak Lampung Pilih Palembang, Persis Solo dan Sriwijaya FC Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Liga 2 2020
• BREAKING NEWS Sebarkan Berita Bohong via Instagram, Warga Palembang Divonis 8 Bulan Bui di Lampung
• Warga Palembang yang Divonis 8 Bulan Bui, Sebarkan Berita Bohong Pemilihan Putri Hutan Indonesia
Eddy menjelaskan, karena memang saat ini situasinya yang tidak normal, sehingga penyelenggara memutuskan untuk tidak ada degradasi.
Akan tetapi, kata Eddy, tim dari Liga 3 tetap akan ada yang promosi ke Liga 2.
"Liga 2 juga ada promosi, tapi hanya 2 klub dan Liga 1 dan Liga 2 tidak ada degradasi."
"Sebetulnya ini membantu, mulai dari persiapan dan sebagainya, karena klub-klub ini dalam kondisi ini kan kalau ada degradasi kasihan dong mereka itu, menurut ketum," jelasnya.
"Jadi kita nggak ada masalah untuk tahun ini saja, tahun depan sudah balik lagi ke home-away jadi Liga 2 nanti itu nggak ada degradasi tapi nambah pesertanya nambah dari yang promosi dari Liga 3," sambungnya.
Terkait penerapan sistem yang mungkin berpengaruh pada keseriusan klub dalam menjalani kompetisi, Eddy tidak menjawab secara pasti.
"Intinya kan, pasti mereka (klub) persiapannya kurang dan pertandingannya juga tidak di kandang, jadi kalau begitu mereka di degradasi, PSSI menganggap kasihan lah."
"Tapi untuk tahun ini dikhususkan artinya (tetap) bermain, kan mencari pemain itu tidak gampang, dikasih kesempatan, mestinya itu (kebijakan degradasi) nggak ada, cuma dikhususkan tahun ini, " paparnya.
Terpenting, lanjutnya kompetisi tetap bergulir dan tidak terlalu melanggar kesepakatan antarklub-klub tersebut.