Tribun Lampung Barat

Potensi Geothermal di Lampung Barat Tinggi, Bupati Parosil Mabsus Butuh Dukungan Pusat

Pengembangan energi panas bumi atau geothermal di Lampung Barat masih membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat.

Penulis: kiki adipratama | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus (kanan) saat talkshow bersama pimpinan umum Tribun Lampung Hadi Prayogo (HDP) untuk program Tribun TV di rumah dinas bupati Lambar, Rabu (1/7/2020). Potensi Geothermal di Lampung Barat Tinggi, Bupati Parosil Mabsus Butuh Dukungan Pusat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG BARAT - Pengembangan energi panas bumi atau geothermal di Lampung Barat masih membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat.

Sebab, lokasi geothermal ini berada di dalam kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), merupakan kawasan hutan yang dilindungi.

Hal itu diungkapkan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat Talkshow bersama HDP di Tribun Tv Lampung, Rabu (1/7/2020).

"Besar harapan kami pemerintah pusat dan pemprov mendukung, kami masih berupaya agar ada regulasi izin pengelolaannya," kata dia, Rabu (1/7/2020).

Menurutnya, geothermal ini menjadi peluang besar untuk tenaga pembangkit listrik.

Terlebih, kata dia, kondisi listrik di Lampung Barat masih dalam kondisi defisit.

 Festival Kopi dan Sekolah Kopi Lampung Barat Tingkatkan Kesejahteraan Petani

 BREAKING NEWS Sebarkan Berita Bohong via Instagram, Warga Palembang Divonis 8 Bulan Bui di Lampung

 Resah, Warga Penggarap Lahan Eks Perkebunan Way Dadi Tanyakan Adanya SHM

 Gubernur Arinal Instruksikan Perbaikan Ruas Jalan Penghubung di TNBBS

"Ini menjadi peluang untuk listrik, kebutuhan listrik saat ini sedang defisit, kami yakin dengan ini akan terpenuhi," ujarnya.

Untuk itu, ia berharap pemerintah pusat dan provinsi dapat mengeluarkan izin untuk mengembangkan geothermal itu.

"Posisi nya di TNBBS, pemda punya batas kewenangan untuk mengelolanya."

"Maka kami minta supaya pemerintah pusat bisa memberi kebijakan khusus," tuturnya.

Dorong Pariwisata Lokal

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus mendorong sektor Pariwisata yang ada di kabupaten setempat.

Selain kopi robustanya, dari sisi Pariwisata Lampung Barat juga terkenal dengan Kebun Raya Liwa.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus sedang merancang untuk mengembangkan potensi-potensi Pariwisata yang ada di wilayahnya.

Di antaranya, wisata Danau Keramikan, Danau Asam, dan Danau Belibis yang terletak di Suoh Lampung Barat.

"Kebun Raya Liwa yang sudah me-nasional yang menjadi kebanggaan masyarakat dan pemerintah Lampung Barat, ini kita akan kembangkan lagi," ujarnya saat Talkshow bersama HDP di Tribun Tv Lampung, Rabu (1/7/2020).

"Kita ada Danau Keramikan hasil dari bencana bumi vulkanik ini unik, ada Danau Belibis dan Danau Asam," jelasnya.

Namun demikian, pihaknya mengaku masih terkendala dengan regulasi yang ada untuk mengembangkan potensi Pariwisata tersebut.

Di mana, letak destinasi wisata yang akan digarap tersebut terletak di kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Untuk itu, pihaknya butuh dukungan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk mengembangkan destinasi wisata tersebut.

"Kami butuh regulasi khusus untuk mengelolanya, maka kami butuh support dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat," jelasnya.

Sekolah Kopi

Sebelumnya, bicara soal Kabupaten Lampung Barat pasti tak terlepas bicara soal kopi robusta.

Kopi robusta Lampung Barat yang biasa disebut kopi Liwa telah dikenal hingga mendunia.

Untuk terus mendongkrak perekonomian dan kesejahtraan para petani, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat telah mendirikan sekolah kopi di Pekon Sukajaya Lampung Barat.

Bupati Parosil Mabsus mengatakan, kopi Liwa menjadi unggulan masyarakat dan Pemerintah Lampung Barat.

Namun demikian, hal ini belum selaras dengan tingkat kesejahtraan para petani kopi yang ada di Lampung Barat.

Maka dari itu, Pemkab Lampung Barat membuat program festival kopi dan mendirikan sekolah kopi di wilayah setempat.

"Tingkat pendapatan petani masih rendah sehingga ini belum terlalu terlihat pendapatannya yang tinggi," ujarnya, saat Talkshow bersama HDP di Rumah Dinas Bupati Lampung Barat, Rabu (1/7/2020).

"Nawaitu nya itu pake festival kopi dan sekolah kopi untuk ruang bagi petani kopi dan para milenial," imbuhnya.

Menurutnya, dengan festival kopi dan sekolah kopi dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dimana, program-program itu adalah program yang berbeda dari 15 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Lampung dengan fungsi menciptakan pemahaman, pengalaman serta pelatihan untuk pengembangan kopi itu sendiri.

Melalui program tersebut, diproyeksikan harga kopi akan semakin meningkat dan kualitasnya semakin baik.

"Petani itu harus sejahtera."

"Kalau orang sudah tertarik dan mencoba kopi nanti akan mahal, dan akan menguntungkan petani."

"Kopi mahal berkualitas," tandasnya.

Ia berharap program-program tersebut dapat disupport oleh pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Kemudian, kata dia, pihaknya selalu terbuka bagi para investor yang ingin investasi di Lampung Barat.

"Kita juga butuh dukungan dari pemprov dan pusat, kalau pun ada pihak yang ingin investasi di Lambar kita sangat terbuka," ujarnya.(Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved