Berita Nasional

IPW Sebut Prestasi Irjen Napoleon Bonaparte Datar

Irjen Napoleon Bonaparte merupakan personel Polri yang terbilang sudah cukup senior di korps Bhayangkara.

Editor: wakos reza gautama
Tribunnews.com
Irjen Napoleon Bonaparte 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Pelarian buronan Djoko Tjandra ternyata melibatkan 3 jenderal Polri.

Ketiga jenderal itu dicopot dari jabatannya masing-masing.

Brigjen Prasetijo Utomo dicopot sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri. 

Lalu, Brigjen Nugroho Wibowo dicopot dari jabatannya sebagai Sekretaris NCB Interpol Indonesia. 

Terakhir adalah Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte dicopot dari jabatannya Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri. 

Kini, Napoleon dimutasi sebagai jabatan analisis Kebijakan Utama Itwasum Polri.

Dua Pasal Pidana yang Dikenakan ke Brigjen Prasetijo Utomo

Liburan Berakhir Petaka, Ibu dan 3 Anaknya Meninggal Dunia saat Mandi

Presiden Jadi Klien Tunggal, BIN Tak Lagi di Bawah Kemenko Polhukam

Siswa SMK ke Sekolah Naik Pesawat: Siapa Tahu Bisa Ikut Pelajaran Walau Terlambat

Pencopotan itu karena Napoleon diduga lalai mengawasi bawahannya hingga terbitnya penghapusan red notice buronan korupsi Djoko Tjandra.

Pencopotan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/2076/VII/KEP/2020 tertanggal Jumat (17/7/2020).

Meski berstatus jenderal bintang dua, tak banyak yang diketahui kinerja dari Irjen Napoleon.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, mengatakan tidak ada yang mencolok yang ditorehkan Napoleon selama meniti karier di Polri.

"Saya kira prestasinya datar-datar saja. Tidak ada yang istimewa," kata Neta kepada Tribunnews.com, Minggu (19/7/2020).

Irjen Napoleon sendiri merupakan personel Polri yang terbilang sudah cukup senior di korps Bhayangkara.

Dia merupakan perwira tinggi Polri kelahiran 26 November 1965.

Irjen Napoleon juga merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988.

Kariernya mulai moncer usai menjabat pertama kali sebagai Kapolres Ogan Komering Ulu Polda Sumatera Selatan pada 2006 silam.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved