Breaking News:

Tips Mencegah Penipuan Fintech Ilegal dari OJK Lampung

Deputi Direktur Pengawasan LJK OJK Provinsi Lampung Aprianus John Risnad menjelaskan sejumlah ciri-ciri FinTech ilegal dan bagaimana cara memitigasi.

Tribunlampung.co.id/Robi
Deputi Direktur Pengawasan LJK OJK Provinsi Lampung Aprianus John Risnad saat menjelaskan sejumlah ciri-ciri FinTech ilegal dan bagaimana cara memitigasinya. Tips Mencegah Penipuan Fintech Ilegal dari OJK Lampung 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Maraknya sejumlah aduan masyarakat mengenai financial technologys (FinTech) ilegal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung memberikan tips mencegah penipuan berkedok jasa keuangan tersebut.

Deputi Direktur Pengawasan LJK OJK Provinsi Lampung Aprianus John Risnad menjelaskan sejumlah ciri-ciri FinTech ilegal dan bagaimana cara memitigasinya. 

Hal tersebut disampaikannya dalam sosialisasi Waspada Investasi Kepada Insan Media Provinsi Lampung, Kamis (13/8/2020).

"Kemajuan teknologi yang semakin pesat saat ini telah mendorong masyarakat untuk melakukan transaksi dan investasi secara digital, hal itu ibarat mata uang disisi lain berdampak positif pada efisiensi disisi lain berpotensi terjadinya kriminal salah satunya penipuan," kata John dalam paparannya.

OJK Lampung Paparkan Modus Fintech Ilegal, Simak Tips Aman Memilih Jasa Keuangan

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 14 Agustus 2020

Harga Emas Hari Ini Jumat 14 Agustus 2020, Simak Harga Beli Logam Mulia dan Harga Jual Logam Mulia

Gojek Sumbagsel Gelar Kompetisi Foto Pahlawan di Masa Pandemi, Yuk Ikutan

John menjelaskan beberapa ciri-ciri FinTech ilegal yang harus diwaspadai oleh masyarakat.

Pertama, FinTech ilegal biasanya akan memberikan iming-iming imbal hasil tinggi dan tidak wajar.

Kedua, Perebutan konsumen baru atau rekrutement konsumen dengan bonus dan cash back yang besar dan menggiurkan.

Ketiga, FinTech ilegal juga menawarkan jaminan bahwa investasi tidak memiliki resiko (kesan bebas resiko).

Berikutnya ciri yang keempat, FinTech ilegal biasanya Badan hukumnya  yang tidak jelas. Seperti tidak memiliki ijin usaha atau izin usaha tidak sesuai dengan kegiatannya.

Terakhir ciri yang dijelaskan John adalah, FinTech abal-abal biasanya menyalahgunakan testimoni dari pemuka agama ataupun tokoh dan pejabat publik, untuk memberikan efek penguatan dan kepercayaan kepada masyarakat.

Halaman
12
Penulis: ahmad robi ulzikri
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved